WorldWideWeb: Web Browser Pertama di Dunia
WorldWideWeb merupakan web browser pertama di dunia yang diinisiasi oleh ilmuan bernama Tim Berners-Lee.

WorldWideWeb: Web Browser Pertama di Dunia

WorldWideWeb merupakan web browser pertama di dunia yang diinisiasi oleh ilmuan bernama Tim Berners-Lee.

WorldWideWeb: Web Browser Pertama di Dunia
(Tim Berners-Lee dan WorldWideWeb. Gambar via: qz.com)

WorldWideWeb, boleh jadi kisanak familiar dengan istilah ini. Namun, tahukah kisanak bahwa WorldWideWeb merupakan web browser pertama di dunia?

Sejarah perkembangan teknologi dunia mencatat bahwa Tim Berners-Lee merupakan salah satu pioneer untuk mudahnya pendistribusian informasi di seluruh dunia melalui sambungan internet. Jauh sebelum laman web Qatros.com bisa diakses dengan browser populer saat ini, ia mengupayakan sebuah proyek yang hasilnya dikenal dengan nama WorldWideWeb. Itulah yang membuatnya dijulukan The Web Maestro oleh majalah MIT Technology Review, karena WorldWideWeb merupakan web browser pertama di dunia. 

Dalam wawancaranya dengan majalah MIT Technology Review di tahun 1996, Tim Berners-Lee menjelaskan bahwa tujuan utamanya untuk menggagas proyek web browser pertama di dunia ini bukanlah berangkat dari upaya untuk menciptakan sebuah budaya populer baru. Alih-alih, ia menyatakan, "Itu adalah sesuatu yang dibutuhkan dalam pekerjaan saya.

Sebagai software engineer di CERN (Conseil Européene pour la Recherche Nucléaire) sebuah agensi riset nuklir, tepatnya untuk laboratorium parikel fisika di Jenewa, Tim Berners-Lee diharapkan memecahkan problem pendistribusian dokumen-dokumen penting agar dengan mudah dan cepat untuk diakses lewat perangkat komputer. Tim Berners-Lee berusaha membangun sebuah sistem yang memungkinkan untuk menghubungkan data pada perangkat komputer yang satu dengan yang lain di laboraturium internasional tersebut.

Ada beberapa nama yang awalnya diusung Tim Berners-Lee untuk web browser pertama di dunia ini. The Mine of Information dan Information Mesh tercatat sebagai nama yang diajukan dalam proposal. Namun, pada akhirnya WorldWideWeb yang dipilih. Dilansir dari situs resmi WorldWideWeb, nama tersebut kemudian diganti menjadi Nexus untuk memperjelas perbedaannya dengan World Wide Web yang biasanya digunakan untuk menyebut ruang abstrak berisi informasi digital (World Wide Web – ditulis dengan spasi), misal: www.qatros.com.

Fitur kunci yang disediakan oleh web browser pertama di dunia ini adalah informasi yang terhubung melalui satu klik pada tautan hypertext. Hypertext bisa jadi terpaut dalam bentuk teks tulis atau teks gambar yang kemudian akan memunculkan informasi lanjutan berupa teks tulis, gambar, suara, software, atau file dalam format digital lainnya. 


(Tampilan fitur WorldWideWeb. © w3.org)

Hypertext sendiri sudah ditemukan pada tahun 1945, dengan Vannevar Bush sebagai penggagasnya. Pada saat itu, hypertext masih digunakan untuk satu perangkat komputer saja. Inovasi yang diterapkan Tim Berners-Lee adalah mengaplikasikan ide hypertext tersebut agar bisa diakses oleh komputer berjejaring. 

Penemuannya ini makin disokong dengan mulai digunakannya internet pada medio 80-90an. Kebutuhan perpindahan informasi secara cepat yang mulanya hanya untuk jaringan kecil, akhirnya dapat mengakomodir perpindahan informasi untuk puluhan ribu perangkat komputer. Tim Berners-Lee kemudian memperluas lagi sistem yang telah dirancangnya di CERN dan membuatnya terkoneksi dengan internet pada pertengahan tahun 1991.

Kerja kolaborasi dilakukan agar WorldWideWeb dapat digunakan untuk umum. Beberapa nama yang tercatat menjadi partner dalam proyek tersebut ialah Bernd Pollermann (menyumbangkan kode untuk server ‘Find’ yang memungkinkan akses hypertext ke penyimpanan informasi), Robert Cailliau (mendesain logo awal WorldWideWeb - menyelenggarakan konferensi internasional WorldWideWeb pertama di CERN), dan Nicola Pellow (menyumbang line pada mode browser).

Pada tanggal 30 April 1993, CERN mengumumkan bahwa WorldWideWeb dapat diakses dan digunakan publik secara gratis. Di tahun berikutnya, 1994, pengembangan WorldWideWeb dihentikan.

Tidak seperti beberapa founder startup di Indonesia yang terbilang inovatif penemuannya, Tim Berners-Lee enggan untuk mencairkan ide web browser pertama di dunia dalam bentuk uang kepada perusahaan tertentu. Pada tahun 1994, pria kelahiran Inggris ini didapuk sebagai direktur pertama dari WorldWideWeb Consortium, sebuah organisasi nonprofit yang mengkoordinasi pengembangan software web dan standarisasinya. 

Sign in to leave a comment
Pentingnya Software Testing dan Tragedi China Airlines 140
Pentingnya software testing dibuktikan lewat terjadinya tragedi dari China Airlines 140.