Tips Untuk Menjadi Software Engineer
Apa aja sih hal yang dibutuhkan oleh seorang software engineer?
Odoo • Image and Text

Jika kita membuka platform pencari lowongan kerja, kita akan mendapati banyak sekali lowongan pekerjaan yang tersedia untuk posisi software engineer. Yap, development software merupakan aktivitas yang jamak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan startup yang populasinya meningkat terhitung sejak beberapa tahun ke belakang. Maka dari itu kebutuhan akan tenaga seorang software engineer juga mengalami peningkatan.


Jenis software yang paling tidak diperlukan oleh perusahaan saat ini adalah laman situs web. Pada kasus-kasus tertentu, bila perusahaan tersebut tidak punya ‘divisi’ yang dikhususkan untuk melakukan development software, maka mereka akan melemparkan proyek development software kepada pihak eksternal perusahaan.


Apabila kisanak tertarik untuk mengenal sedikit seluk beluk pekerjaan ini, maka artikel ini layak untuk kisanak baca sampai habis. Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara, akan memberikan beberapa penjelasan terkait apa itu software engineer serta tips-tips bagi kisanak yang ingin berniat menekuni pekerjaan sebagai software engineer.


Apa itu Software Engineer?


Tidak sedikit pihak yang menyamakan pekerjaan programmer dengan pekerjaan software engineer. Aktivitas programming merupakan salah satu cakupan pekerjaan dari seorang software engineer. Singkatnya, software engineer mempunyai ranah yang lebih luas daripada pekerjaan programmer.


Software engineer merupakan orang yang mengaplikasikan prinsip-prinsip software engineering pada design, development, maintenance, testing dan evaluasi untuk software yang dikerjakannya. Dalam sebuah proyek, kerja seorang software engineer akan cukup intens dengan tim, maka itu seorang software development juga dituntut untuk dapat bekerja secara tim.


Tips Untuk Menjadi Software Engineer


1. Belajar Banyak Bahasa Pemrograman


Semakin banyak bahasa pemrograman yang kisanak tahu maka semakin banyak cara yang bisa kisanak lakukan untuk membangun sebuah software. Bahasa pemrograman yang cukup sering digunakan antara lain C++, Java, Python, C#/, .Net dan Ruby on Rails.


Menempuh pendidikan di jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, atau yang serupa dapat menjadi bekal bagi kisanak yang akan menggeluti role software engineer. Kurikulum dari jurusan tersebut akan mempertemukan kisanak dengan banyak bahasa pemrograman yang lain.


Jangan berkecil hati jika kesempatan tersebut sudah terlewat. Kisanak bisa mengikuti pelatihan khusus untuk mengenal bahasa pemrograman. Banyak penyedia jasa pelatihan untuk keperluan tersebut baik online maupun offline. Khusus untuk kisanak yang ingin belajar secara mandiri, kisanak dapat memanfaatkan berbagai macam website seperti CodeAcademy, W3schools, CodeWars, bahkan video-video yang ada di YouTube.


2. Belajar untuk Mengimplementasikan Coding


Setelah mengetahui bahasa pemrograman, kita perlu untuk mengimplementasikannya secara langsung. Melatih coding merupakan aspek yang cukup penting bagi seorang software engineer. 


Apabila sangat awam dengan aktivitas coding, mungkin kisanak akan mengalami beberapa kendala terkait pembiasaan di awal. Akan tetapi, jika kisanak rutin melakukan coding, maka kemampuan ini akan terasah dan kesulitan yang dialami di awal dapat diselesaikan.


3. Rasa Ingin Tahu Yang Besar


Rasa ingin tahu yang besar akan sangat membantu untuk meningkatkan skill software engineering yang kisanak miliki. Yang menjadi pekerjaan rumah dari seorang software engineer tidak lain adalah perubahan teknologi yang cukup pesat dan sulit diprediksi. Penyelesaian tantangan tersebut tentu akan terbantu dengan rasa ingin tahu yang kisanak miliki.


4. Mencari Mentor


Mentor akan sangat membantu kisanak untuk meningkatkan kemampuan skill terkait aktivitas software engineering. Kisanak dapat mencari teman, senior, atau dosen yang kisanak nilai dapat mengajarkan hal-hal yang sedang sedang kisanak ulik. Usaha lain untuk mencari mentor juga dapat dilakukan dengan mengikuti kelas-kelas software engineering baik online maupun offline.


Apabila kita mengikuti kelas yang disediakan oleh pihak-pihak profesional di bidangnya, kita memanfaatkan sharing session yang disediakan. Mentor juga dapat membantu kita mengetahui titik kesalahan yang kita lakukan.


5. Mengasah Mindset Problem Solving


Mindset problem solving merupakan salah satu aspek yang penting untuk menunjang pekerjaan seorang software engineer selain skill coding dan mengerti bahasa-bahasa pemrograman. Dengan mindset semacam ini, kita akan terus mencari cara dari permasalahan-permasalahan yang kita hadapi. Tentunya permasalahan yang akan kisanak hadapi ke depan juga akan menambah pengalaman dan ilmu yang kisanak miliki.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai tips menjadi seorang software engineer dari Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara. Buat kisanak yang memang akan menggeluti bidang ini, kira-kira tips nomor berapa yang sudah kisanak lakukan?
Sign in to leave a comment
Meet Our Team: Lutvi Rosyady
Kepala kru-kru Qatros Teknologi Nusantara bercerita soal perjalanan karirnya serta satu kebiasaannya sejak kecil yang dinilainya sangat membantunya dalam menyelesaikan masalah.