Tips Membangun Startup Yang Perlu Untuk Diketahui
Meremehkan pertimbangan-pertimbangan sebelum membuat bisnis bukanlah langkah yang bijak, kisanak.


(©Qatros.com/Rudy Wijanarko)

Siapa saja bisa membangun startup. Namun, bukan berarti itu hal yang mudah. Perlu untuk mempunyai bekal sebelum turun di medan laga.

Kali ini, Qatros Teknologi Nusantara akan membagikan tips membangun startup yang perlu untuk diketahui bagi pihak-pihak yang ingin memulai untuk menjalankan bisnis. Jadi, sebelum bertarung dengan ‘pendekar-pendekar lain’, mari kita kita bikin persiapan dulu, kisanak.

  1. Mencari Ide Bisnis Potensial

Salah satu tokoh startup ternama, Neil Blumenthal, mengungkapkan bahwa bisnis startup identik sebagai penyedia solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Apabila menggunakan patokan dari Blumenthal, solusi atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat dapat menjadi ide bisnis yang potensial.

Perlu untuk melengkapi ide bisnis yang akan dibangun dengan data. Data akan menjadi validasi apakah ide tersebut benar-benar sesuai dengan keinginan publik. Dan yang paling penting, data juga dapat menjadi bahan dalam pencarian ide bisnis.

  1. Buat Skema Bisnis

Untuk mengampu bisnis yang kisanak gagas, perlu untuk membuat skema bisnis yang tepat. Skema bisnis akan menjadi pedoman bagaimana alur bisnis yang dibangun akan berjalan. Setidaknya ada dua fragmen skema bisnis yang perlu kisanak buat: a) rancangan bisnis, b) struktur tim dan organisasi. Jangan lupa untuk melakukan crosscheck dengan data-data terkait. 

  1. Rancangan bisnis

Rancangan bisnis yang tepat akan memberikan gambaran ke mana arah bisnis yang akan dibangun. Beberapa pertimbangan yang perlu dijadikan patokan ketika membuat rancangan bisnis antara lain membuat rancangan jangka panjang dan rancangan jangka pendek. 

Beberapa cakupan rancangan bisnis antara lain: 

i) Ringkasan Singkat Bisnis: Berisi tentang visi, misi, tujuan, dan target bisnis yang akan dikembangkan.

ii) Latar Belakang Bisnis: Berisi tentang alasan mendirikan bisnis dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

iii) Analisis Produksi Bisnis: Menjelaskan sistem operasi bisnis dari hulu hingga hilir.

iv) Analisis Tenaga Kerja: Merinci tenaga kerja yang dibutuhkan (kompetensi, keahlian, dan jumlah yang dibutuhkan).

v) Analisis Pemasaran dan Distribusi: Menjelaskan target pasar yang dibidik, tren pasar, dan menjabarkan strategi pemasaran.

vi) Analisis Keuangan: Memproyeksikan pemasukan - pengeluaran, perhitungan kapan modal akan kembali, pengembalian investasi kepada investor, dan lain-lain.

vii) Rencana ekspansi - pengembangan: Rencana ini akan memperlihatkan seberapa serius bisnis akan dikembangkan. Penjabaran rencana ekspansi yang baik, optimis namun masih tetap realistis akan dapat dengan mudah menarik investor.

viii) Analisis Risiko Bisnis: Memproyeksikan risiko-risiko dari bisnis yang akan muncul sebagai penghalang bisnis.

  1. Struktur tim dan organisasi

Skema struktur tim dan organisasi akan mempermudah kisanak ketika hendak merekrut anggota-anggota yang kisanak butuhkan dalam tim. Beberapa hal yang tercakup di dalamnya adalah: alokasi tugas, koordinasi, supervisi. 

  1. Bangun Ekosistem Yang Mendukung

Ekosistem bisnis akan mendukung skema bisnis yang telah dibuat. Aspek ekosistem pertama yang harus diperhatikan adalah tim internal. Kisanak perlu untuk mencari orang-orang yang mempunyai visi - misi yang sama di awal atau setidaknya mengerti ke mana arah bisnis akan dijalankan.

Perlu juga untuk memiliki hubungan baik dengan pihak-pihak eksternal yang terpercaya agar ekosistem bisnis yang hendak kisanak bangun semakin kuat. Law advisor, akuntan, financial advisor bisa jadi beberapa pihak yang kisanak butuhkan.

  1. Menentukan Sumber Pendanaan

Perlu untuk menghitung budget yang diperlukan sebagai biaya bisnis. Setelah menentukan dengan tepat, langkah selanjutnya yang diperlukan adalah menentukan sumber dana.

Ada beberapa pilihan sumber dana yang memungkinkan untuk membiayai bisnis startup. Dari pembiayaan internal (simpanan pribadi pendiri startup: founder maupun co-founder), pembiayaan eksternal (kompetisi startup, crowdfunding, external investor, kredit dari bank) bisa menjadi pilihan.

  1. Memiliki Alamat Luring dan Daring

Satu tips membangun startup yang penting lainnya adalah memiliki alamat yang dapat dijangkau, baik alamat luring dan daring. Hal ini akan memudahkan bisnis startup yang kisanak bangun untuk dijangkau oleh pihak luar. Selalu update dan informasikan alamat bisnis startup kisanak kepada siapapun yang akan bersinggungan dengan bisnis. 

Apabila sudah memiliki biaya yang cukup untuk membuat ruang kerja bagi tim, maka ada baiknya untuk membangun lingkungan kerja yang nyaman. Hal ini akan meningkatkan kinerja tim terhadap bisnis yang sedang kisanak bangun.

Itulah 5 tips membangun startup dari Qatros Teknologi Nusantara. Yang bisa menjadi catatan penting adalah apabila kisanak sudah menemukan ide bisnis yang sesuai maka segera buatlah skema bisnis yang detail. Dari skema bisnis tersebut, kisanak akan dengan mudah untuk mengembangkan langkah ke poin-poin selanjutnya. Good luck!

Sign in to leave a comment
Tips Menulis Bug Report Yang Baik
Ada yang mengatakan bahwa semua orang bisa menulis bug report, tapi tidak semua orang bisa menulis bug report yang baik.