Startup Aplikasi Ride-hailing, Grab Bergerak Menuju IPO dengan Target 28 Triliun, Good Move?
Grab mengambil langkah untuk IPO setelah diskusi dengan Gojek batal terlaksana. Apakah ini sebuah Good move bagi startup ride-hailing tersebut?

Startup Aplikasi Ride-hailing, Grab Bergerak Menuju IPO dengan Target 28 Triliun, Good Move?

 

Grab mengambil langkah untuk IPO setelah diskusi dengan Gojek batal terlaksana. Apakah ini sebuah Good move bagi startup ride-hailing tersebut?

Baru-baru ini salah satu raksasa startup aplikasi transportasi 'ride-hailing' dan bisnis pesan-antar makanan di Asia Tenggara, Grab dikabarkan sedang mempersiapkan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Saham Wall Street, Amerika Serikat tahun 2021 ini.

Kabarnya rencana Grab untuk melakukan IPO karena didorong dengan adanya minat investor yang kuat atas saham perdana Grab di pasar saham. Menurut Reuters, IPO Grab ini ditaksir dapat mengumpulkan dana setidaknya mencapai US$2 Miliar yang kalau dirupiahkan menjadi Rp 28 triliun.

Walaupun kabar tentang Grab yang akan segera menuju IPO, pihak Grab masih enggan memberikan komentar resmi terkait kabar yang beredar. Raksasa aplikasi yang berbasis di Singapura ini menolak berkomentar tentang potensi IPO yang sedang hangat diperbincangkan.

Raksasa startup aplikasi transportasi yang mendapatkan pendanaan dari SoftBank Group Corp dan Mitsubishi UFJ Financial Group ini telah memiliki valuasi sebesar US$16 miliar atau sekitar Rp224 triliun. Startup aplikasi ride-hailing, Grab menjadi startup paling bernilai di kawasan Asia Tenggara setelah memulai perjalanannya di Malaysia pada tahun 2012.

Sebelumnya Grab juga telah memperoleh lisensi bank digital di Singapura karena saat ini Grab juga menawarkan layanan jasa keuangan. Raksasa startup aplikasi transportasi Grab sendiri memiliki harapan kalau bisnis pesan-antar makanannya akan mencapai titik impas pada akhir tahun 2021 setelah sebelumnya lini ride-hailing mereka berhasil mencapai titik impas di semua pasar operasinya, termasuk yang terbesar, di Indonesia.

Rencana Grab untuk menuju IPO ini dikabarkan muncul setelah diskusi merger dengan startup aplikasi ride-hailing dan pesan antar makanan terbesar di Indonesia, Gojek Indonesia batal. Gojek dan Tokopedia sendiri bahkan disebutkan dalam pembicaraan lanjutan untuk merger senilai US$18 miliar. Merger tersebut dikabarkan akan terjadi menjelang kemungkinan pencatatan ganda (dual listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Amerika Serikat.

Dalam pendanaan Seri A, Divisi Keuangan Grab Financial Group mengumumkan kalau perusahaannya berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar Rp4,2 triliun yang dipimpin Hanwha Asset Management Co.Ltd. Hal ini didukung dengan kehadiran para investor yang turut menyuntikkan dana, seperti K3 Ventures, GGV Capital, Arbor Ventures, dan Flourish Ventures.

Nantinya penggunaan pendanaan baru ini akan terus digunakan untuk membantu banyak individu dan UKM. Karena kalau kisanak lihat, setelah pembukuan di tahun 2019 Grab mengalami peningkatan sebesar 40% di tahun 2020 berkat hadirnya produk asuransi yang sedang bertumbuh pesat. Ditambah pemilihan konsorsium Grab dan Singtel oleh the Monetary Authority of Singapore untuk membuat sebuah bank digital semakin membuat posisi perusahaan ride-hailing itu semakin kuat di Asia Tenggara.

Kira-kira kalau kita tengok startup yang ada di Indonesia, terutama di Jogja, butuh waktu berapa lama ya untuk bisa go-public? Kalau dilihat-lihat sih, sejauh ini belum ada startup di Jogja yang siap untuk IPO karena salah satu syarat untuk memiliki valuasi di atas 100 miliar dan nilai saham yang dijual sebesar 150 juta saham masih jauh dari rata-rata nilai valuasi startup Jogja saat ini.

Gimana menurut kamu nih kisanak tentang startup aplikasi transportasi Grab yang akan IPO di 2021 ini? Tulis komentarmu di kolom komen dan jangan lupa untuk share tulisan ini ke teman kamu untuk menjadi bahan diskusi supaya nggak melulu diskusi soal gebetan yang udah pergi sama yang lain! Kalau kamu tertarik tentang nilai valuasi startup Jogja dan perkembangannya kamu bisa lihat di konten Qatros yang ada di sini ya!

Sign in to leave a comment
Jenis-jenis Digital Marketing dan Digital Product
Dalam pembahasan sebelumnya, Qatros udah membahas soal digital marketing. Tapi belum sempat ngasih tau kisanak soal jenis-jenis digital marketing. Nah di bawah ini ada jenis-jenis dari digital marketing. Apa aja tuh?