Selamat Ulang Tahun Yang Pertama, Qatros!
Ciye, udah setahun aja ciye~


(©Qatros.com/Rudy Wijanarko)

Kamis (25/6), genap sudah satu tahun usia dari startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara. Kiranya perlu  untuk melakukan kilas balik tentang apa yang telah Qatros lakukan selama setahun ke belakang. Setidaknya hal tersebut dapat menjadi sinyal sekaligus jawaban atas pertanyaan “apakah sebagai early stage startup Qatros telah berada di jalur yang tepat?” Jadi langsung saja markibah, mari kita ghibah bahas~

Dalam setahun, Qatros sudah melakukan banyak kolaborasi. Beberapa perusahaan yang berkolaborasi dengan Qatros di antaranya: Orang Tua Group, Storaza, MyShipGo, Tutor E, Kindo, Lanius Innovation Labs, dan lain-lain. 

Dalam dunia bisnis, kolaborasi terbukti dapat menciptakan impact yang powerful. Coba saja lihat bagaimana kerjasama antara brand street fashion Supreme dengan brand high fashion sekelas Magelang Louis Vuitton. Kolaborasi keduanya menciptakan produk Supreme x Magelang LV yang mempunyai value yang tinggi di pasaran. 

Jelas bukan hal yang tepat apabila kita hanya mengerucutkan dampak kolaborasi untuk satu aspek saja. Kolaborasi juga dapat menunjang hal-hal lain seperti membantu operasional perusahaan rekanan lewat development sebuah software misalnya. Atau bahkan mungkin membantu memecahkan masalah dari perusahaan rekanan. Apapun itu, yang jelas kolaborasi perlu untuk menguntungkan pihak-pihak yang ada terkait.

Dalam satu tahun, Qatros juga berhasil melakukan development platform scenario dan bug collaboration tool yang difungsikan untuk mempermudah kerja tim (QA, PM / owner, Dev). Platform tersebut diberi nama getdebug.

Di setiap proyek, hampir pasti bahwa ada pribadi-pribadi yang melakukan lembur sampai pagi. Terlebih ketika deadline menjelang. 

Lembur bertemankan kopi, mie instan, ataupun makanan tengah malam lainnya yang diantarkan oleh armada Ojol. Momen-momen seperti itulah yang makin memperkuat sebuah rasa yang biasa disebut dengan sense of belonging dari masing-masing kru dalam tubuh tim juga perusahaan.

Bicara soal jumlah karyawan, dari waktu ke waktu Qatros selalu kedatangan wajah baru. Walaupun memang jumlahnya tidak semasif rombongan adik-adik dari SMP luar kota yang sedang melakukan study tour di Malioboro. Yang jelas, pertumbuhan jumlah kru menunjukkan bahwa perusahaan ini terus berkembang dalam jangka waktu satu tahun.

Jumlah kru yang bertambah memberikan kesan tersendiri untuk Lutvi Rosyady, kepala kru-kru Qatros. Lutvi menyebut bahwa bertambahnya kru Qatros membuatnya banyak belajar. 

“Gue banyak belajar di Qatros. Jadi, bukan teman-teman yang belajar di sini sama gue, tapi gue yang justru yang banyak belajar dari teman-teman. Gue dapat banyak pengalaman di sini, bagaimana cara buat nge-handle orang, nge-manage orang, nge-manage perusahaan,” ungkap Lutvi.

Sebagai penutup artikel ini, secara khusus tim redaksi meminta sang kepala kru-kru Qatros untuk menyampaikan harapannya bagi Qatros yang kini genap berusia satu tahun. Silakan, waktu dan tempat dimonggoin, Pak Lutvi:

Harapan gue untuk jangka pendek, Qatros bisa tetap bertahan. Kalau untuk urusan jangka panjang, gue pengennya Qatros jadi bagian pembangunan di daerah. Qatros akan aktif jadi wadah transfer ilmu buat orang-orang yang ada di desa. Harapan gue, orang-orang desa bisa memakai aktif pakai teknologi. Bahkan mereka bisa kerja pakai bantuan teknologi itu. Apa sih yang beda orang desa sama kita? Yang beda cuma kapan mulai kenal teknologinya aja. Kalau misalnya kenal teknologinya di waktu yang bersamaan, mungkin mereka lebih jago daripada kita. Selain itu, perlu juga kesadaran tentang penggunaan teknologi, jadi pengguna nggak sekedar menjadi ‘objek’ lagi tapi jadi ‘subjek’. Karena mencapai pada titik itu pun gak gampang, Ini masalah proses. Perlu waktu untuk mencapainya. Semoga.”



Sign in to leave a comment
Tips Membangun Startup Yang Perlu Untuk Diketahui
Meremehkan pertimbangan-pertimbangan sebelum membuat bisnis bukanlah langkah yang bijak, kisanak.