Seandainya Kita Semua adalah Steve Jobs
Apa yang terjadi jika di dunia ini kita semua adalah seorang Steve Jobs?

Seandainya Kita Semua adalah Steve Jobs

 

Apa yang terjadi jika di dunia ini kita semua adalah Steve Jobs?

            Tanggal 24 Februari merupakan tanggal yang bisa dibilang spesial karena pada hari itu di tahun 1955 lahirlah seorang jenius bernama Steve Jobs. Memangnya siapa sih Steve Jobs? Jenius yang memiliki nama lengkap Steven Paul Jobs ini lahir di California, Amerika. Kalau kamu nggak tahu siapa itu Steve Jobs, Ia adalah Co-founder, chairman, dan CEO dari perusahaan teknologi yang produknya sudah tidak asing lagi di mata dan telinga kita, Apple.

Untuk mengenang dan memperingati hari lahirnya, pada kesempatan ini, Qatros Teknologi Nusantara, salah satu startup jogja yang paling kece akan membagikan sebuah tulisan imajinatif tentang bagaimana jika kita semua adalah Steve Jobs. Sebagai disclaimer, tulisan ini penuh dengan opini dan imajinasi dari penulis. Memangnya se-spesial apa sih Steve Jobs sampai-sampai penulis berangan-angan bagaimana jika kita semua adalah seorang Steve Jobs? Pertama-tama, mari kita simak perjalanan hidupnya.


Selama hidupnya, Steve Jobs juga ikut serta mengembangkan dunia IT dengan produk-produk digital hasil inovasinya. Bahkan ia memulai dari titik nol untuk membangun perusahaan Apple yang sudah menjadi besar seperti sekarang ini tepatnya pada usianya yang baru menginjak 21 tahun bersama sahabatnya, Wozniak. Menariknya, sebelum itu Ia pernah di dropped out dari kuliahnya di Reed College di Portland.


          Singkat cerita, akhirnya pada tahun 1980, Apple mencatatkan namanya pada bursa saham yang membuat nama Steve Jobs menjadi semakin terlihat oleh publik. Empat tahun kemudian akhirnya produk yang berhasil menjadi sebuah awalan dari produk jagoan Apple dan terus dikembangkan sampai sekarang, Macintosh, lahir ke dunia.


Sayangnya, pada tanggal 5 Oktober 2011 di umurnya yang sudah menginjak 56 tahun, Steve Jobs meninggalkan kita semua dengan penyakit Neuroendocrine Cancer yang dibawanya. Setelah kematiannya, Apple menginisiasi suatu wadah bagi orang-orang untuk ikut membagikan memori, pikiran, dan perasaannya terhadap Steve Jobs atas jasa-jasanya di dunia ini. Beberapa kutipan dari orang-orang tersebut Qatros lansir dari apple.com di laman Remembering Steve Jobs.


“The world lost a true genius, ……., A true visionary for Apple enabling it to become true technology leader that it is today. Steve will be truly missed.”
-Ryun from Winnipeg, Canada


“Dear Steve, You are one of my idols because it's not the fact that you grew from rags to riches, but it is the fact that you put so much hard work and determination and survived. You are a motivator, inventor, a leader, and a visionary. The world appreciates and will remember what you have done and so have I. Rest in peace Steve.”
-Tan


The world has truly lost an amazing person. Steve Jobs’s vision, genius, and his capacity to believe and his ability to laugh at the impossible is truly boundless. His drive for excellence and his passion for brilliant, consumer-friendly technology has left an indelible mark on the world. . One man’s vision has become the reality of many, ….., today, we are all at a loss.
-Athanasius



    Semua orang mencintai Steve Jobs. Seorang legenda teknologi yang mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan sebuah produk yang sekarang menjadi technology leader. Seorang visioner dan brilian yang berhasil menginspirasi banyak orang bahkan seseorang menyampaikan perasaannya di laman Remembering Steve Jobs, “I want to be like Steve Jobs.”


            Jika kita semua adalah Steve Jobs, mungkin saja akan ada banyak perusahaan sekelas Apple yang berdiri dan saling bersaing. Jika kita semua adalah Steve Jobs, mungkin saja dunia teknologi akan berevolusi lebih cepat lagi. Jika kita semua adalah Steve Jobs, mungkin saja kemiskinan akan hilang di dunia ini karena semua orang mempunyai kekayaan yang setara seperti Steve Jobs. 


            Apakah hal itu mungkin? Kita sebagai manusia hanya bisa berandai-andai akan hal tersebut. Ada baiknya pengandaian jika kita semua menjadi Steve Jobs diganti menjadi apa saja hal yang dapat kita teladani dari beliau dan dapat kita implementasikan untuk hidup kita. Lalu apa saja pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari seorang Steve Jobs?

  1. Ikuti kata hati dan percaya dengan apa yang ingin dilakukan

  2. Semua itu ada hikmahnya

  3. Lakukanlah sesuatu seakan-akan kamu akan mati besok

  4. Ikuti kata hatimu

  5. Stay hungry. Stay Foolish


            Kita boleh menjadikannya menjadi seorang role-model kehidupan. Namun, jangan lupa untuk tetap menjadi diri kita sendiri. Steve Jobs versi diri kita masing-masing. Not to be The-Next-Steve-Jobs, be The-Next-You!

    Cukup sekian artikel Qatros kali ini, dedicated to our legend, Steve Jobs. See you in the next articles! Sekali lagi, Happy Birthday, Legend.



“Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life.”
-Steve Jobs

 

Sign in to leave a comment
Mengenal Liveness Detection untuk Facial Recognition
Facial recognition ini termasuk ke dalam sistem keamanan biometric yang masih satu keluarga dengan voice recognition, fingerprint recognition, dan retina / iris recognition.