Perkembangan Startup Fintech di Indonesia
Saat ini salah satu industri startup yang lagi naik daun adalah startup financial technology atau biasa kita kenal sebagai startup FinTech. Kehadiran startup FinTech di Indonesia sendiri dianggap sebagai salah satu solusi terbaik saat ini untuk membantu perseorangan maupun UMKM dalam menjalankan bisnisnya.

perkembangan startup fintech


Saat ini salah satu industri startup yang lagi naik daun adalah startup financial technology atau biasa kita kenal sebagai startup FinTech. Kalau kisanak buka play store atau app store, kehadiran startup FinTech ini bisa diibaratkan seperti semut yang mendiami sebuah rumah. Gimana nggak, di tahun 2020 sendiri udah ada 350 startup FinTech yang ada di Indonesia dan terdaftar di OJK. Belum lagi startup FinTech ilegal yang belum terdaftar di OJK. 

Kehadiran startup FinTech di Indonesia sendiri dianggap sebagai salah satu solusi terbaik saat ini untuk membantu perseorangan maupun UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini bisa kisanak liat dari dukungan yang diberikan oleh Kementerian Keuangan yang mendukung penuh kehadiran startup FinTech di Indonesia.

Jenis-Jenis Startup FinTech di Indonesia

Startup FinTech di Indonesia sendiri ternyata memiliki banyak jenisnya loh kisanak. Kira-kira apa aja sih jenis Startup FinTech yang ada di Indonesia? Yuk cari tau!

1. Startup FinTech Peer to Peer Lending (P2P)

Salah satu jenis Startup FinTech yang paling umum ditemukan saat ini adalah Startup FinTech berjenis peer to peer lending (P2P). Jenis Startup FinTech ini adalah Startup FinTech yang menyediakan layanan pemberian dana dan peminjaman di satu platform yang sama. 

Startup FinTech jenis P2P ini memiliki cara kerja sebagai sebuah layanan pembiayaan dan mempertemukan para peminjam dana (kreditor) dengan investor (lender).

2. Manajemen Risiko dan Investasi

Jenis Startup FinTech kedua adalah Startup FinTech manajemen risiko dan investasi. Jenis Startup FinTech ini masih bisa dibilang asing karena masih banyak orang yang belum tau tentang Startup FinTech manajemen risiko dan investasi ini. Sesuai namanya Startup FinTech jenis ini menawarkan layanan untuk memantau kondisi keuangan sekaligus perencanaan keuangan finansial untuk membantu kamu kisanak.

3. Startup FinTech E-aggregator

Sebenarnya Startup FinTech E-aggregator ini bisa dibilang merupakan sebuah platform. Startup FinTech yang satu ini memiliki layanan untuk memberikan akses masyarakat untuk mencari informasi dan mengambil keputusan untuk produk finansial yang dipilih.

4. Startup FinTech Payment, Clearing, dan Settlement

Jenis Startup FinTech terakhir dan nggak kalah terkenal dengan Startup FinTech P2P adalah Startup FinTech payment, clearing, dan settlement. Startup FinTech jenis ini mempunyai layanan untuk melakukan pembayaran menggunakan platform digital milik mereka yang dilakukan oleh perbankan atau Bank Indonesia.

Perkembangan Startup FinTech di Indonesia

Setelah kita tau tentang apa itu Startup FinTech dan jenis-jenis Startup FinTech yang ada di Indonesia, sekarang saatnya kita tau juga nih tentang perkembangan Startup FinTech di Indonesia. Kali ini Qatros udah merangkum perkembangan Startup FinTech di Indonesia menurut laporang Startup FinTech dari Asosiasi Financial Technology (AFTECH) Indonesia.

Pertumbuhan Pelaku Industri Startup FinTech Terus Tumbuh

Pada Q2 2020 lalu AFTECH menyebutkan bahwa udah ada 362 anggota Startup FinTech yang terdaftar di AFTECH. Ratusan Startup FinTech yang ada di AFTECH ini adalah Startup FinTech yang udah memiliki regulasi dan lisensi, alias udah legal ya kisanak.

Saat ini, kita sudah memiliki 23 model bisnis Startup FinTech yang berbeda, sedangkan pada 2016 hanya ada dua model bisnis Startup FinTech yang populer. Kedua model bisnis Startup FinTech pada 2016 itu adalah Startup FinTech untuk pembayaran digital dan pinjaman lending.

Menurut laporan dari BI dan OJK sendiri, mereka menyebutkan bahwa pada Juni 2020 ada lebih dari 353 juta instrumen uang elektronik di Indonesia atau naik sekitar 85%. Sedangkan pada sektor transaksinya, tercatat ada Rp16,1 triliun atau naik 25,94% dibandingkan pada tahun 2019.

Bahkan sampai Juni 2020 kemarin, OJK juga menyampaikan kalau ada lebih dari 113 triliun dana pinjaman yang diberikan ke 25,7 juta peminjam online. Dan selama 2019 lalu, ada Rp8,16 miliar yang disalurkan para investor ke UMKM di seluruh Indonesia.

Dominasi Pemain dan Pengguna dari Kota Besar


Menurut laporan AFTECH, mayoritas pengguna layanan Startup FinTech di Indonesia didominasi oleh masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah dengan rentang usia 25 sampai 50 tahun. Dari data tersebut, dengan dominasi para pemain dan pengguna dari kota besar menunjukkan bahwa kehadiran Startup FinTech untuk mendorong inklusi keuangan belum merata.

Sumber Pendanaan dan Jumlah yang diterima Sektor Startup FinTech 2019 - 2020


Dari data yang disebutkan oleh AFTECH, dalam laporannya menyebutkannya bahwa Startup FinTech memiliki tiga sumber utama investasi yang terdiri dari pendanaan sendiri (bootstrap), angel investor, dan venture capital. Dengan rata-rata total investasi yang berkisar antara Rp500 juta sampai Rp35 miliar.

Stretegi Mitigasi Startup FinTech



Pada era pandemi yang kita alami dari tahun 2020 sampai saat ini banyak model bisnis yang performanya menurun, mulai dari pengguna sampai ke angka penjualan dan hambatan operasioanal. Efek pandemi membuat Startup FinTech harus mengambil langkah mitigasi untuk mempertahankan bisnisnya, seperti pemotongan gaji, malakukan pivot, sampai melakukan PHK.

Bagaimana Pertumbuhan Startup FinTech di Tahun 2021?


Saat ini kita memiliki kerangka peraturan Startup FinTech yang dianggap cukup kondusif untuk mendukung inovasi dan pemerintah pun juga udah memberikan dukungan investasi yang memadai terhadap sektor industri Startup FinTech.

Meskipun begitu, saat ini kita masih membutuhkan regulasi yang lebih jelas dengan proses licensing yang lebih cepat serta birokrasi yang transparan dari pemerintah. Selain itu juga, menurut laporan AFTECH, masih banyak mayoritas pemain yang menganggap bahwa infrastruktur yang memadai masih sangat mahal dengan pengadaan yang terhambat oleh birokrasi yang cukup sulit. 

Saat ini banyak Startup FinTech yang memilih untuk memanfaatkan jasa cloud computing yang lebih terjangkay dan relatif mudah digunakan. Ditambah dengan skill gap yang besar untuk posisi tertentu yang membuat perkembangan Startup FinTech masih ada dibawah sektor industri startup lain.

Dengan segala permasalahan yang ada, sektor industri Startup FinTech masih dianggap sebagai salah satu model bisnis paling legit selain sektor industri startup healthtech. Pada 2021 ini pun, pertumbuhan Startup FinTech pun dikabarkan akan tumbuh sebanyak 5% sampai 10% dari tahun sebelumnya.

Nah membahas tentang Startup FinTech, ada salah satu teknologi yang sangat dibutuhkan oleh Startup FinTech. Apalagi kalau bukan Liveness Detection atau eKYC Verification yang berguna untuk melindungi data dari pelaku Startup FinTech dan pengguna Startup FinTech. Kisanak udah tengok artikel Qatros tentang eKYC Verification belum? 

Kalau belum, mampir ke sini dulu: Apa Itu KYC Verification? Segala yang Perlu Kamu Tau Tentang KYC Verification

Itu dia kisanak pembahasan Qatros hari ini tentang Perkembangan Startup FinTech di Indonesia. Gimana tanggapan kamu tentang perkembangan Startup FinTech di tahun 2021 ini? Coba komen di bawah dan klik di sini untuk request demo Liveness Detection ya!

Latest Posts


Sign in to leave a comment
Apa Itu KYC Verification? Segala yang Perlu Kamu Tau Tentang KYC Verification
Know Your Customer atau biasa dikenal sebagai KYC Verification adalah untuk melakukan proses identifikasi dari profil dan identitas nasabah atau calon nasabah yang akan melakukan transaksi