Perbedaan Bug, Defect, dan Error
Banyak orang yang salah kaprah dan terbalik-balik dalam penyebutan istilah Bug, Defect, dan Error ini.




Dalam setiap bidang pekerjaan tentu ada istilah-istilah khusus yang digunakan untuk menyebutkan kondisi atau problem tertentu. Begitu juga di ranah software testing, ada beberapa istilah yang cukup sering muncul dan tentunya perlu dipahami oleh pihak-pihak terkait yang memang sering bersinggungan dengan pekerjaan ini.


Di dalam artikel ini, startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara, akan membahas tentang apa itu apa itu bug, defect, dan error. Selain mengetahui perbedaan dari tiga aspek tersebut, Qatros akan mencoba mengcover penjelasan tentang apa perbedaan dari ketiga istilah itu. Jadi, markibah (mari kita ghibah bahas)~


Persamaan Bug, Defect, dan Error


Kenapa menjadi penting membahas persamaan dari tiga istilah ini? Bug, defect, dan error merupakan istilah yang digunakan untuk kasus yang sama yakni mengungkapkan kesalahan yang terjadi pada sistem atau software.


Selain memiliki persamaan, bug, defect, dan error mempunyai perbedaan yang mendasar. Hal ini tentunya sangat berpengaruh ketika kita berbicara di ranah teknis, sebagai contoh di lingkup development software. Apabila kita salah menyebutkan suatu terminologi, maka akan terjadi miskomunikasi yang membuat gangguan dalam pekerjaan.


Apa itu Bug?


Dalam software testing, ketika ekspektasi dan hasil aktual tidak sinkron, maka problem tersebut perlu untuk dilaporkan. Pihak developer software terkadang ingin untuk mengimplementasikan coding tertentu untuk menghasilkan expected result. Akan tetapi, coding yang mereka lakukan malah menghasilkan result yang lain. 


Perbedaan antara expected result dan actual result tersebut merupakan sebuah kesalahan atau issue. Ketika kesalahan atau issue tersebut ditemukan oleh Quality Assurance atau pihak ketiga selain programmer, maka kesalahan tersebut disebut dengan bug.


Apa itu Defect?


Defect merupakan variasi atau perbedaan antara actual result dan expected result. Yang membedakannya dengan bug adalah orang yang menemukannya. Apabila pihak developer yang menemukan issue ini, maka issue tersebut tidak disebut dengan bug melainkan defect. Defect yang ditemukan tersebut akan dikoreksi sendiri oleh pihak developer dalam fase development.


Apa itu Error?


Error merupakan kesalahan, salah konsepsi, atau kesalahpahaman dari pihak software developer. Di dalam tim developer software ada beberapa role yang terlibat antara lain software engineer, programmer, analis, dan tester. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas terjadinya error.


Sebagai contoh sebuah kasus error adalah seorang developer salah memahami notasi desain. Atau contoh lainnya programmer salah mengetik variabel di dalam proses coding. Error merupakan kesalahan yang terjadi karena salah login, loop, atau sintaks. Error biasanya muncul di dalam software dan membuat perubahan fungsi program dari software.


Kesimpulan


Bug merupakan issue yang ditemukan oleh tester saat melakukan fase testing. Sedangkan defect, merupakan issue yang ditemukan oleh pihak developer saat melakukan pengecekan software. Dan yang terakhir, error merupakan terminologi yang digunakan untuk menyebutkan kesalahan yang ditimbulkan oleh pihak developer ketika input coding, salah memahami notasi desain, dan lain sebagainya.


Akhir kata, startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara berharap bahwa tulisan ini dapat berguna untuk para pembaca. Paling tidak memahami bahwa bug, defect, dan error merupakan terminologi yang berbeda meskipun semuanya sama-sama merujuk pada kesalahan atau issue.


Writer : Girindra P.C

Sign in to leave a comment
Jenis-Jenis Software Testing
Kali ini, Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara akan membagikan informasi terkait jenis-jenis software testing. Apa aja sih?