Metode Development Software: Waterfall dan Agile, Mana Yang Lebih Efektif?
Kali ini, startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara akan membahas tentang dua metode development software yakni waterfall dan agile.


Familiar kah kisanak dengan peribahasa "banyak jalan menuju Roma"? Peribahasa tersebut biasa digunakan sebagai pengungkapan ada lebih dari satu cara untuk mencapai sebuah tujuan. Ungkapan tersebut juga dapat digunakan ketika kita membicarakan soal 'development software'.

Ada dua metode yang umum digunakan untuk melakukan development software. Meskipun tidak sebanyak "jalan menuju Roma", setidaknya ada lebih dari satu cara yang dapat digunakan untuk melakukan development software.

Kali ini, startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara, akan menjelaskan dua metode yang umum digunakan untuk melakukan development software tersebut. Dua metode adalah metode waterfall dan agile. Masing-masing metode punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, mari kita bahas satu persatu.

Development Software

Sebelum itu mari membahas secara singkat apa itu development software. Development software merupakan proses memahami, menentukan, merancang, memprogram, mendokumentasikan, menguji, dan memperbaiki bug yang tujuannya untuk membuat atau memelihara aplikasi, framework atau komponen-komponen lain dari sebuah software.

Sebelum melakukan development software, menentukan metode development software merupakan salah satu aspek penting yang perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan setiap proyek boleh jadi membutuhkan treatment yang berbeda. Mana yang cocok untuk proyek Anda? Dan mana yang terbaik? Ada baiknya untuk melihat lebih detail seperti apa karakter dari metode waterfall dan metode agile lewat infografis di bawah ini nih!

Infografis waterfall vs agile


Sebagai bagian dari perusahaan yang melakukan development software, startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara melihat bahwa setiap proyek membutuhkan treatment yang berbeda-beda. Sangat penting untuk mengetahui kebutuhan dan proyeksi dari software yang hendak kisanak buat.

Writer: Girindra PC
Editor : D. Raditya

Infografis : Rudi Wijanarko

 
Sign in to leave a comment
Face Thermal: Deteksi Dini Virus Corona
Saatnya deteksi dini!