Mengenal Tokoh Teknologi: Alan Turing
Jangan samakan Turing yang satu ini dengan ‘turing’ sepeda, kisanak~



Makin memasyarakatnya teknologi membuat hampir setiap orang familiar dengan penggunaan perangkat-perangkat pintar. Kalau bukan personal computer, setidaknya kisanak atau kerabat menggunakan smartphone. Mayoritas orang tentu akan berfokus bagaimana cara menggunakannya saja, tanpa melihat bagaimana sejarah perkembangannya.


Kali ini, startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara akan membahas sosok yang penting dalam perkembangan perangkat-perangkat teknologi pintar yakni Alan Turing. Mungkin namanya tidak setenar Alexander Graham Bell atau Thomas Alva Edison. Akan tetapi, gagasan dari Alan Turing menjadi salah satu pijakan untuk perkembangan komputer modern. Jadi, mari kita bahas siapa itu Alan Turing, dan seberapa penting temuannya.


Siapa Itu Alan Turing?

Lahir pada 23 Juni 1912, ia memiliki nama lengkap Alan Mathison Turing. Sejak umur 15 tahun, Alan Turing sudah menunjukkan kemampuan yang menonjol dalam urusan matematika dan sains. Talenta itulah yang kemudian membawa Alan Turing memperoleh beasiswa untuk bersekolah di King's College Cambridge, Inggris.


Mengkritik Gagasan Ahli Matematika Asal Jerman

Seperti pemikir hebat lainnya, Alan Turing akan senang ketika mendapatkan permasalahan untuk dipecahkan. Saat menempuh pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana-nya, ia tertarik pada 'The Decision Problem' atau dalam bahasa Jerman 'Entscheidungsproblem'. Salah satu permasalahan matematika yang sulit dipecahkan pada abad 20 yang digagas oleh David Hilbert, ahli matematika dari Jerman.


Jasa besar Alan Turing dalam dunia komputer dimulai di sini. Ia mencoba memecahkan The Decision Problem dengan hipotesisnya. Alan Turing merancang sebuah ide imajiner yakni sebuah mesin yang mampu membaca, menulis dan menghapus simbol-simbol yang bekerja berdasarkan aturan-aturan tertentu. Apa yang dikerjakan oleh mesin yang dibuatnya tersebut sebenarnya adalah pekerjaan manusia. Ia menyebut orang yang melakukan aktivitas tersebut dengan sebutan 'komputer'.


Mesin ini akan berhenti setelah jawaban yang diinginkan telah terpecahkan. Ketika jawaban belum ditemukan atau tidak akan pernah ditemukan, Alan Turing menjelaskan bahwa mesin tersebut tidak akan pernah berhenti.


Lahirnya Turing Machine

Hipotesis dari Turing membuktikan bahwa secara matematis Anda tidak akan pernah tahu apakah dan kapan mesin tersebut akan berhenti. Dia melakukan ini dengan menciptakan contoh definitif dari masalah yang tidak dapat ditentukan. Ini merupakan prestasi karena ia  berhasil menyanggah pernyataan David Hilbert.


Gagasan imaji mesin dari Alan Turing tersebut kemudian menjadi salah satu pilar utama dalam ilmu komputer. Selain itu, gagasan ini merupakan salah satu konsep matematika yang paling berpengaruh di abad 20.


Gagasan yang dikenal sebagai Turing Machine ini menjelaskan limitasi dari komputasi mekanis. Selain itu, Turing Machine secara teoritis membuat satu algoritma dan sistem pemrograman. Sebuah gagasan yang menjelaskan kinerja komputasi secara universal.


Turing Machine memang bukanlah konsep yang dapat digunakan untuk membuat sebuah komputer yang sempurna. Akan tetapi, gagasan tersebut menjelaskan bagaimana logika dasar dari program writing dan reading data harus bekerja. Gagasan tersebut juga menjelaskan bahwa device sederhana sekalipun harus mempunyai memori yang cukup untuk memuat logika pengoperasiannya secara mekanis.


Masa Perang Dunia ke-2

Perang Dunia ke-2 terjadi, Alan Turing ditarik untuk bekerja di Bletchley dalam sebuah proyek rahasia milik sekutu. Di sana Alan Turing tergabung dalam sebuah kelompok untuk membuat sebuah mesin peretas kode, bernama Bombe.


Bombe merupakan mesin yang mampu menerjemahkan pesan yang dikirim oleh mesin pengacak pesan milik Jerman, Enigma. Jika sebelumnya perlu orang untuk memecahkan kode tersebut, dengan adanya Bombe pesan yang diacak oleh Enigma dapat diterjemahkan secara otomatis.


Pasca Perang Dunia 2: Temukan Konsep Dasar Artificial Intelligence

Di tahun 1948, Alan Turing menuliskan sebuah esai yang berjudul Intelligent Machinery. Dalam tulisan itu, Alan Turing memberikan detail lebih jauh tentang konsep Turing Machine yang ia gagas.


2 tahun setelahnya, Alan Turing mempublikasikan sebuah gagasan dengan judul Computing Machinery and Intelligence. Tulisan ini menjadi salah satu pondasi dari Artificial Intelligence.


Alan Turing menyatakan bahwa 'kecerdasan' adalah 'persoalan bukti'. Kecerdasan yang dimaksud di sini ialah kecerdasan komputer. Sebuah mesin yang cerdas akan bekerja seperti halnya manusia.


Untuk membuktikan kecerdasan dari sebuah mesin, Alan Turing mengusulkan sebuah game yakni "bicaralah kepada mesin selayaknya bicara dengan orang". Game ini punya sebutan Turing Test, dan masih menjadi salah satu konsep yang digunakan untuk pengembangan Artificial Intelligence.


Selain itu, dalam satu artikelnya, Alan Turing menyarankan sebuah konsep development sistem kecerdasan buatan. Alih-alih menciptakan komputer secerdas orang dewasa, akan lebih baik membangun komputer yang dengan komputer dengan kecerdasan anak-anak dan kemudian ajarkan komputer ini untuk belajar sendiri terus-menerus. Pemikiran ini sejalan dengan konsep Machine Learning.


Berkat dari buah pikirannya, Alan Turing kemudian mendapatkan gelar sebagai bapak  dari Ilmu Komputer. Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara berharap artikel ini bisa berguna untuk kisanak sekalian. Jangan lupa bagikan artikel ini ke orang terdekatmu ya! Oh ya, kalau punya pertanyaan, langsung jejakmu di kolom komentar. Sampai jumpa!

Writer: Girindra. PC

Sign in to leave a comment
Teknologi-Teknologi Ini Membantu Proklamasi Indonesia
Momen proklamasi yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 tidak akan sukses tanpa bantuan teknologi.