Mengenal Liveness Detection untuk Facial Recognition
Facial recognition ini termasuk ke dalam sistem keamanan biometric yang masih satu keluarga dengan voice recognition, fingerprint recognition, dan retina / iris recognition.

Mengenal Liveness Detection untuk Facial Recognition

Facial recognition ini termasuk ke dalam sistem keamanan biometric yang masih satu keluarga dengan voice recognition, fingerprint recognition, dan retina / iris recognition.



Pada dasarnya facial recognition adalah salah satu cara untuk mengidentifikasi dan mengkonfirmasi identitas seseorang melalui wajah mereka. Facial recognition atau sistem pengenalan wajah ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang lewat foto, video, atau bahkan secara langsung.


Facial recognition ini termasuk ke dalam sistem keamanan biometric yang masih satu keluarga dengan voice recognition, fingerprint recognition, dan retina / iris recognition. Sesuai namanya, sistem keamanan biometric ini digunakan untuk kebutuhan keamanan dan perlindungan hukum jika suatu waktu terjadi pelanggaran hukum akibat pemalsuan data.

Selain itu, facial recognition juga identik dengan liveness detection yang digunakan untuk anti-spoofing. Nah kisanak udah tau belum gimana cara kerja dari facial recognition atau liveness detection ini? Kalau belum, hari ini Qatros mau bahas soal liveness detection nih. Simak ya!

Cara Kerja Liveness Detection untuk menjadi Face Recognition 

Kalau berbicara soal liveness detection untuk menjadi face recognition, teknologi yang paling familiar di telinga kisanak saat ini adalah teknologi yang dimiliki Apple pada perangkat iPhone dan iPad, yaitu FaceID. FaceID ini adalah sebuah sistem keamanan yang dimiliki Apple dengan memanfaatkan teknologi Liveness Detection atau Face Recognition untuk membuka kunci perangkat selular.

Tapi tapi tapi nih kisanak, selain untuk membuka kunci ternyata face recognition atau liveness detection juga berfungsi untuk hal penting lainnya. Namun sebelum itu, di bawah ini ada penjelasan singkat mengenai bagaimana cara kerja facial recognition atau liveness detection.

  1. Step pertama; Face Detection

Cara kerja pertama dari face recognition adalah dengan melakukan face detection atau deteksi wajah. Sesuai namanya, face recognition ini melakukan pendeteksian dan memetakan bentuk wajah yang ada di depan kamera.

  1. Step kedua; Face analysis

Setelah melakukan face detection, teknologi face recognition akan melakukan face analysis atau proses analisa wajah. Dari wajah yang sudah dideteksi tadi, mesin akan menganalisa bentuk wajah dengan membaca bentuk geometris wajah tersebut.

  1. Step ketiga; image  to data converting

Singkatnya dari wajah yang sudah dideteksi dan dianalisa akan dihasilkan sebuah gambar. Pada proses face recognition yang ketiga ini, gambar yang berupa informasi analog (wajah) akan di-convert atau diubah menjadi data digital. Data ini akan menjadi sebuah mathematical formula yang berisi numerical code yang disebut faceprint. Data dari faceprint ini memiliki informasi khusus dan identik dari seseorang, konsep ini sama persis dengan konsep fingerprint yang udah kita ketahui.

  1. Step keempat: Finding a match

Dari faceprint yang sudah dibuat, nantinya data itu akan di-compare atau dibandingkan dengan faceprints lainnya yang ada di dalam database. Data faceprint akan dicocokkan dengan data yang ada untuk menghindari terjadinya penipuan dan pemalsuan data. Lebih pentingnya, langkah akhir ini untuk memastikan kalau wajah yang digunakan dalam proses liveness detection ini wajah asli dan hidup.

Bahas tentang liveness detection, Qatros Teknologi Nusantara alias Startup Jogja paling gaul udah punya sistem liveness detection loh. Namanya Qenali! Kisanak mau tau banyak tentang Qenali, jangan lupa untuk cari tau tentang Qenali di artikel Qatros minggu depan ya!


Sign in to leave a comment
Bingung Mau Belanja di Mana? Cari Tahu Perbedaan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce Yuk!
Kira-kira perbedaan online shop, ,marketplace, dan e-commerce tuh apa sih?