Mengenal Apa itu 3-Factors Authentication
3-Factors Authentication adalah sebuah sistem keamanan kredensial tambahan yang digunakan untuk melakukan identifikasi dari tiga kategori faktor otentikasi yang terpisah. Biasanya 3-Factors Authentication ini dikategorikan menjadi knowledge (pengetahuan), kepemilikan (possession), dan pewarisan (inherence).

3 Factors Authenticator
Mengenal Apa itu 3-Factors Authentication



Kalau kemarin Qatros udah membahas tentang 2-Factor Authentication, sekarang giliran Qatros mau membahas tentang kakaknya 2-Factors Authentication, yaitu 3-Factors Authentication. Kira-kira kisanak tau nggak nih apa itu 3-Factors Authentication (3FA)? Yuk simak artikel Qatros hari ini tentang 3-Factors Authentication!

Apa Itu 3-Factors Authentication?

Buat kisanak yang belum tau, 3-Factors Authentication adalah sebuah sistem keamanan kredensial tambahan yang digunakan untuk melakukan identifikasi dari tiga kategori faktor otentikasi yang terpisah. Biasanya 3-Factors Authentication ini dikategorikan menjadi knowledge (pengetahuan), kepemilikan (possession), dan pewarisan (inherence).

Klasifikasi 3-Factors Authentication

  • Knowledge Factors

Knowledge factors dalam 3-Factors Authentication ini mencakup hal-hal yang harus diketahui pengguna untuk masuk ke dalam sebuah sistem. Misalnya seperti, nama pengguna, ID, kata sandi, dan nomor identifikasi pribadi (PIN).

  • Possession Factors

Possession Factors dalam 3-Factors Authentication ini mencakup apa pun yang harus dimiliki oleh pengguna untuk masuk ke dalam sistem. Misalnya seperti OTP dan Key Fobs yang termasuk ke dalam 2-Factors Authentication.

  • Inherence Factors

Inherence factors dalam 3-Factors Authentication ini mencakup semua ciri biologis yang dimiliki oleh pengguna untuk masuk ke dalam sebuah sistem. Misalnya, identifikasi biometrik seperti retina scanner, fingerprint scanner, finger-vein scan, facial recognition, voice recognition, hand geometry, dan earlobe geometry.

Penggunaan 3-Factors Authentication

Saat ini, penggunaan 3-Factors Authentication biasa kita temukan untuk keperluan bisnis dan lembaga pemerintah yang memerlukan sistem keamanan tingkat tinggi. Setidaknya kita menggunakan satu elemen dari tiga kategori yang diperlukan supaya bisa dianggap sebagai 3-Factors Authentication. 

Karena kalau kita hanya memilih tiga faktor otentikasi dari dua kategori hanya memenuhi syarat sebagai 2-Factors Authentication. Sementara untuk faktor tambahan lain seperti lokasi, saat ini kita mengenal sebagai syarat tambahan untuk menggunakan 4-Factors Authentication.

Penerapan 3-Factors Authentication 

Sebelum menggunakan 3-Factors Authentication, kisanak perlu mengetahui dulu nih kalau keandalan otentikasi nggak cuma dipengaruhi oleh jumlah faktor yang digunakan tapi juga tergantung dengan implementasi 3-Factors Authentication. Karena setiap kategori 3-Factors Authentication sangat mempengaruhi keamanan faktor setiap faktor.

Sama seperti 2-Factors Authentication, 3-Factors Authentication bisa digunakan untuk keperluan industri perbankan, startup fintech, dan lembaga pemerintahan. Karena 3-Factors Authentication adalah sebuah metode otentikasi tingkat lanjut, 3-Factors Authentication digunakan untuk mengidentifikasi keaslian dari pengguna pada sebuah sistem.

Salah satu contoh paling dekat dari 3-Factors Authentication bisa kisanak temukan pada Qenali: Anti-Spoofing liveness detection yang berfungsi untuk sistem keamanan tingkat lanjut yang bisa digunakan untuk banyak keperluan. Qenali: Anti-Spoofing Liveness Detection juga termasuk ke dalam metode Know Your Customer.

Yuk cari tahu lebih lanjut tentang 3-Factors Authentication seperti Qenali: Anti-Spoofing Liveness Detection di sini!

Sign in to leave a comment
Bagaimana Cara Live Streaming dengan Encoder Bekerja?
Live streaming sendiri adalah sebuah konten yang biasanya berbentuk video yang disiarkan secara langsung melalui internet tanpa harus melalui proses editing.