Lek Qin: Maskot Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara
Lek Qin namanya. Maskot startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara ini memiliki cerita tersendiri dalam proses pengkreasiannya.

Lek Qin: Maskot Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara

Lek Qin namanya. Maskot startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara ini memiliki cerita menarik dalam proses pengkreasiannya. 


(© Qatros.com/Rudy Wijanarko)

Apakah kisanak sudah tahu soal cerita Lek Qin sang maskot Qatros? Jika belum dan mempunyai keinginan untuk mengetahuinya, mungkin cerita ini akan menarik untuk kisanak simak dengan seksama.

Lek Qin merupakan sosok yang akan kisanak temui ketika mengunjungi laman sosial media Qatros, maupun produk-produk Qatros yang lain. Kehadirannya sudah mirip dengan brand ambassador pada cap dagang termasyhur lah, tapi dengan kontrak seumur hidup.

Dalam proses penggambaran Lek Qin sang maskot Qatros, kami terinspirasi dari Petruk, satu tokoh ternama di dunia Pewayangan. Di babad pewayangan Jawa, Petruk merupakan satu dari bagian tokoh Punakawan (selain Semar, Gareng, Bagong). Tidak hanya dikenal oleh masyarakat Jawa, masyarakat Pasundan akrab menyapa tokoh Petruk dengan nama lain yakni Dawala atau Udel.

Dalam kisah-kisahnya, tokoh Punakawan mempunyai seribu akal ketika dihadapkan pada berbagai masalah. Begitu juga sosok Petruk. Ini yang membuat kami tertarik untuk menjadikan Petruk sebagai kiblat dari penggambaran sosok Lek Qin sang maskot Qatros Teknologi Nusantara. Karena memang visi misi kami adalah memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada, terutama di bidang teknologi.

Selain itu, kami juga melihat adanya kesamaan posisi tokoh Petruk dengan para punggawa Qatros di tengah masyarakat. Kami sadar, kami hanyalah rakyat, seperti halnya Petruk. Meskipun pernah dikisahkan bahwa Petruk pernah menjadi Ratu (penguasa), posisi Petruk di sana tidak lain adalah sebagai rakyat yang berandil besar untuk mengantar penguasa (Abimanyu) ke tahtanya. Tidak ada rakyat, maka tidak akan ada penguasa.

Kami merasa bahwa kami punya tarikan nafas yang sama dengan tokoh Petruk di masyarakat. Maka karena itulah kisanak, kami berusaha untuk memanifestasikan Petruk ke dalam sosok Lek Qin sang maskot Qatros. 

Penggambaran hidung Lek Qin yang panjang juga mempunyai keterkaitan dengan mitos bijaksana yang terekam pada fisik Petruk. Di kisah pewayangan, hidung panjang dari Petruk merupakan ikon bahwa orang harus berpikir panjang sebelum melakukan suatu hal. Setidaknya mengetahui konsekuensi yang ditimbulkan dari apa yang kita lakukan bisa menjadi bekal yang cukup bagi kita.

Eh, bicara soal perbedaan, Lek Qin sang maskot Qatros Teknologi Nusantara punya poin-poin lain yang membedakannya dengan tokoh pewayangan Petruk. Lek Qin merupakan bagian dari orang desa, wong ndeso, alias ‘ndeso people’. Lebih rinci lagi, Lek Qin adalah orang ndeso yang melek teknologi.

Qatros Teknologi Nusantara sengaja meletakkan Lek Qin sebagai perwakilan ‘ndeso people’. Setidaknya ini merupakan upaya kami untuk melawan narasi-narasi yang menyebut bahwa wong ndeso itu tidak siap dengan teknologi. Berkaca dari pengalaman para founder startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara (Lutvi Rosyady, Ibnu Fajar, cs), mereka membuktikan orang daerah (bahkan siapa saja) punya kesempatan yang sama untuk memiliki keterampilan di bidang teknologi.

Para founder Qatros yang merupakan orang-orang berpengalaman di bidang teknologi, tercatat pernah bekerja untuk beberapa startup teknologi ternama seperti GO-JEK, Binar Academy, Gameloft dan beberapa perusahaan lain. Mereka membuktikan bahwa belajar teknologi bukan perkara dari mana asal kita, atau di mana kita tinggal. Namun, perkara kesungguhan dan passion untuk belajar terus menerus.

Stereotype bahwa ndeso people ketinggalan zaman, gaptek, dan lain-lain pun rasanya kurang begitu relevan sekarang. Invasi teknologi sendiri tidak sedikit yang telah menjamah daerah (desa), walaupun memang hal ini belum dapat menjadi patokan Indonesia secara keseluruhan wilayah. Yang menjadi impian dari Qatros sendiri adalah mendorong agar ndeso people bisa produktif lewat penggunaan teknologi juga berkontribusi secara aktif di ranah tersebut. Ya amplop, kok bisa mulia sekali ya Qatros ini~

Sign in to leave a comment
Tips Agar Work From Home Lancar Jaya
Tips Work from Home