Lebih Dekat dengan Software Quality Assurance
Lewat proses Software Quality Assurance ini para QA Tester atau seorang QA Engineer dapat memeriksa dan menjamin kualitas serta mengetahui jika ada kesalahan.

Lebih Dekat dengan Software Quality Assurance

Lewat proses Software Quality Assurance ini para QA Tester atau seorang QA Engineer dapat memeriksa dan menjamin kualitas serta mengetahui jika ada kesalahan.

Kisanak tau nggak sih,  biasanya sebelum sebuah produk diluncurkan, ada serangkaian uji coba yang dilakukan untuk mengetahui kualitas dari sebuah produk akan berhasil dan berjalan dengan baik atau tidak. Dalam pembuatan sebuah software pun ada yang namanya Software Quality Assurance yang harus dilakukan sebelum meluncurkan sebuah software. 

Buat yang belum tahu, Software Quality Assurance adalah sebuah proses sistematis yang berfungsi untuk memeriksa sebuah software yang telah dikembangkan sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Lewat proses Software Quality Assurance ini para QA Tester atau seorang QA Engineer dapat memeriksa dan menjamin kualitas serta mengetahui jika ada kesalahan. Lalu menganalisa untuk selanjutnya membuat laporan dan memperbaiki kesalahan yang ada pada sebuah software sebelum software itu diluncurkan. 

Tanpa adanya Software Quality Assurance sebuah proyek pengembangan software dapat gagal. Di Tahun 2015 sendiri, kegagalan proyek pengembangan software di dunia mencapai 40%. Hal ini disebabkan karena sebuah proses yang akan diluncurkan tidak melalui proses Software Quality Assurance terlebih dahulu sebelum meluncurkan software-nya.

Kegagalan proyek pengembangan software tanpa adanya proses Software Quality Assurance dapat  bersifat teknis dan non teknis. Biasanya resiko teknis yang dapat terjadi tanpa proses Software Quality Assurance adalah software yang tidak dapat berfungsi sebagaimana harusnya, sulit dimodifikasi, dikelola, dan dioperasikan. 

Sedangkan resiko non teknis yang dapat terjadi tanpa adanya proses Software Quality Assurance adalah pembengkakan biaya pada anggaran atau proyek yang keluar dari jadwal yang sudah ditentukan.

Dengan adanya proses Software Quality Assurance, pengembangan sebuah software dapat mencapai kualitas yang sudah ditentukan sesuai harapan. Software Quality Assurance juga akan menjamin kalau proses pengembangan telah dilakukan dengan baik. Karena pada prosesnya, Software Quality Assurance ini mendokumentasikan semua hal sesuai standar yang telah ditetapkan.

Bagi para QA Tester atau QA Engineer, dibutuhkan beberapa skill khusus untuk mengerjakan proses Software Quality Assurance. Selain itu juga ada beberapa konsep yang meliputi Software Quality Assurance yang harus dipahami.

Untuk melakukan Software Quality Assurance, seorang QA Tester atau QA Engineer harus mempunyai kemampuan untuk menganalisa dan menguji fungsi dari sebuah software. Melakukan perbaikan jika ada masalah, defect management, melakukan pengujian keamanan dan performa, dan melakukan User Acceptance Testing. 

Tentunya, untuk melakukan proses pengujian melalui Software Quality Assurance, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk menghitung biaya dari proses Software Quality Assurance pun harus mengetahui berapa besar pengembalian investasi (ROI) yang berupa uang, waktu, dan tenaga.

Untuk menghitung harga dari Software Quality Assurance, kita dituntut untuk menghitung biaya ketidaksesuaian dan biaya kesesuaian. Untuk biaya kesesuaian Software Quality Assurance, kita harus menghitung prevention cost dan appraisal cost untuk mengetahui jumlah uang dan upaya yang harus dihabiskan untuk melakukan proses Software Quality Assurance.

Dan untuk mengetahui biaya ketidaksesuaian dari proses Software Quality Assurance, kita harus mengetahui cost of software failures yang terdiri dari internal failures dan external failures. Dengan menghitung biaya ketidaksesuaian ini, kita dapat mengetahui biaya yang muncul ketika kasus uji dieksekusi untuk pertama kalinya di tingkat internal dan eksternal gagal. Kegagalan internal dan eksternal pada proses Software Quality Assurance bisa disebabkan dengan perangkat lunak yang telah terlalu tua yang juga menyebabkan pengamatan penurunan kinerja karena semakin banyak menggunakan memori komputer dengan perangkat lunak yang sudah terlalu tua.

Nah dari artikel ini, kisanak udah cukup paham kan kalau Software Quality Assurance ini super penting dalam sebuah pengembangan software. Yaa, bayangin deh kalau kisanak bikin gorengan tanpa tahu dulu rasanya seperti apa. Kisanak nggak akan pernah tau kalau Software yang kisanak buat ini bakal cocok atau malah nggak cocok sama sekali di pasar. Qatros juga punya loh, layanan Software Quality Assurance, namanya Getdebug! Penasaran? Mampir nih ke website Getdebug!


Sign in to leave a comment
5 Jenis Error Pada Program yang Harus Dihindari Programmer
Kalau ingin jadi programmer, kamu harus bisa hindari 5 jenir error yang ada pada program!