Kunci Kolaborasi Quality Assurance dan Developer
Harus diakui interaksi yang sifatnya sentimental kerap terjadi dalam relasi antara QA dan developer.



Anggapan bahwa Quality Assurance tester merupakan musuh dari software developer bukanlah sesuatu yang baru. Kalau dilihat dari jobdesc yang dikerjakan, peran dari Quality Assurance tester tentu akan berimbas pada pekerjaan yang dilakukan oleh software developer. Peran Quality Assurance tester sendiri secara tidak langsung merupakan korektor dari pekerjaan yang dilakukan oleh software developer.

Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara, tidak membenarkan anggapan bahwa Quality Assurance tester merupakan musuh dari software developer. Qatros percaya bahwa keduanya bekerja beriringan untuk menghantarkan hasil akhir (produk) yang memuaskan untuk penggunanya. Akan tetapi, peran mereka di ranah development dan maintaining software mengharuskan mereka untuk berhadapan demi tercapainya sebuah hasil akhir yang sesuai dengan rancangan awal.

Harus diakui bahwa Quality Assurance tester dan software developer rentan terlibat dalam interaksi kerja yang sentimental. Sebagai contoh, Quality Assurance tester melaporkan adanya bug saat pekerjaan developer sedang menumpuk. Atau jika kisanak merupakan bagian dari dua pekerjaan tersebut, mungkin ada pengalaman-pengalaman yang serupa dengan contoh yang dijelaskan sebelumnya.

Sebagai startup yang sangat familiar dengan dua pekerjaan tersebut, Qatros Teknologi Nusantara memiliki beberapa kiat-kiat agar hal-hal yang sifatnya sentimental tersebut dapat terhindarkan dalam interaksi-interaksi kerja yang dilakukan. Setidaknya ada 4 poin yang akan Qatros jabarkan untuk kisanak-kisanak sekalian. Mari kita bahas satu persatu.

  1. Membangun teamwork

Salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk membangun teamwork adalah dengan cara melakukan team bonding. Meskipun Quality Assurance tester dan software developer biasanya dipisahkan oleh divisi, kisanak bisa mengusulkan untuk melakukan aktivitas team bonding bersama agar tercipta kekompakan di antara keduanya.

Team bonding ini implementasinya bisa bermacam-macam, entah itu mengajak tim untuk mengumpulkan uang untuk membeli makanan yang disantap bersama. Atau juga bisa menjadwalkan satu agenda untuk bersenang-senang bersama, misalnya karaoke bareng, ngopi bareng, atau hal-hal yang sifatnya mempererat hubungan tiap individu.

  1. Berfokus pada kualitas software

Perlu untuk menanamkan fokus pada masing-masing role serta individu-individu di dalamnya terkait tujuan utama mereka bekerja. Kedua role mempunyai tujuan utama yang sama, yakni menghasilkan satu software yang berkualitas. Di sini peran leader atau supervisor juga cukup penting. Mereka perlu untuk menyelipkan pesan-pesan semacam ini kepada anggotanya.

Namun, hal ini bukan tanggung jawab leader saja. Masing-masing anggota bisa menanamkan fokus ini di diri mereka masing-masing. Hal ini akan memperkuat kualitas individu dalam pekerjaan yang dilakoninya. Efeknya dari meningkatnya kualitas kerja individu tentunya akan berdampak pada kinerja tim. 

  1. Menyadari bahwa QA dan developer berbagi tanggung jawab

Dengan tujuan yang sama yakni dapat mengantar produk yang berkualitas untuk pengguna, maka Quality Assurance tester dan software developer juga berbagi tanggung jawab yang sama. Sebenarnya dengan menyadari bahwa masing-masing sama-sama memiliki tanggung jawab yang beririsan bisa menjadi hal yang akan memperkuat kerja kolaborasi antara Quality Assurance tester dan software developer.

  1. Berinisiatif

Berinisiatif dapat menjadi kunci kolaborasi antara Quality Assurance tester dan software developer. Tujuan dari inisiatif di sini adalah untuk mempermudah kinerja dari kedua belah pihak. Untuk Quality Assurance tester, kisanak perlu untuk mengetahui "seperti apa bug report pola bug report yang memudahkan kerja developer" kepada rekan-rekan dev.

Sedangkan untuk developer, kisanak mungkin bisa memberikan pandangan yang dapat membuat kinerja kedua belah pihak makin solid. Pandangan yang bisa kisanak sampaikan ke teman-teman QA antara lain: "Apakah teman-teman QA tidak keberatan jika menuliskan bug report seperti ini (sambil menyodorkan saran yang dikehendaki)? Report semacam ini akan mempermudah pekerjaan tim dev".

Boleh jadi kisanak memiliki skill individu yang baik, akan tetapi hal-hal terkait komunikasi sangat berperan vital dalam pekerjaan. Apabila kisanak tidak dapat mengutarakan pendapat dengan tepat, maka imbasnya akan jatuh ke kisanak sendiri. Melempar tanggung jawab kerja juga bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan, terlebih apabila sudah mengetahui jobdesc masing-masing.

Kerja kolaborasi antara Quality Assurance tester dan software developer memang kerap bersinggungan dengan hubungan-hubungan yang sifatnya sentimental. Harapannya dengan mengetahui poin-poin di atas gesekan-gesekan yang kerap terjadi saat melakukan kerja kolaborasi dapat berkurang, kisanak.

Sign in to leave a comment
Hari Kebangkitan Nasional: Banyaknya Startup, Awal Kebangkitan Nasional Baru?
Gelombang munculnya banyak startup beberapa tahun terakhir sangat didorong oleh pemerintah yang cukup getol untuk 'memompa' sektor ekonomi kreatif.