Hari Pendidikan Nasional: EduTech, Ancaman Atau Peluang?
Hari Pendidikan Nasional merupakan momen yang tepat untuk melakukan refleksi apakah Edutech merupakan ancaman atau peluang.

Hari Pendidikan Nasional: EduTech, Ancaman Atau Peluang?

Hari Pendidikan Nasional merupakan momen yang tepat untuk melakukan refleksi apakah Edutech merupakan ancaman atau peluang.

 
Qatros.com/Rudy Wijanarko)

Pentingnya pendidikan menjadi aspek utama yang mendasari adanya 'Hari Pendidikan Nasional' sebagai satu momen perayaan tahunan. Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan pada 2 Mei merupakan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, yang didaulat sebagai bapak pendidikan Indonesia. Melihat rekam jejaknya, Ki Hadjar Dewantara tercatat sebagai tokoh yang menginisiasi Taman Siswa, lembaga pendidikan semasa pemerintahan masih berada di bawah bendera Hindia Belanda 
 
Pendidikan kini tidak terbatas pada pendidikan konvensional saja. Perkembangan teknologi setidaknya membuat banyak perubahan dalam bagaimana aktivitas pendidikan dilakukan. Salah satu yang cukup dekat dengan kita selama pandemi corona ini berlangsung adalah 'Study From Home', di mana pengajar instansi memberikan materi melalui video conference, ataupun membagikan soal untuk dikerjakan melalui device masing-masing tanpa harus bertatap muka di dunia nyata.
 
Berpadunya teknologi untuk keperluan pendidikan kerap disebut dengan EdTech, EduTech, atau Teknologi Pendidikan. Kehadiran EduTech (Teknologi Pendidikan) membuat signifikansi yang besar pada semakin mudahnya  pendidikan untuk diakses lewat dukungan teknologi.
 
Hal itu sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Bernard Marr, seorang pengamat teknologi untuk Forbes. Bernard Marr menyebut ada 5 dampak dari perkembangan teknologi yang akan mengubah detail-detail yang ada di sektor pendidikan.
 
1. Pendidikan lebih mudah diakses
 
    Teknologi dapat meningkatkan akses pendidikan. Sistem belajar online (e-learning) membuat pendidikan tersedia untuk mereka yang berada di daerah terpencil, dengan catatan dukungan ketersediaan teknologi. Buku teks digital (e-book) dapat diakses online 24/7. Kita tidak lagi memerlukan transportasi untuk menuju ruang-ruang seperti perpustakaan yang mungkin terbatas oleh jam operasionalnya. Kelebihan dari buku digital yakni E-book biasanya dijual lebih murah daripada buku fisik.

    Dengan terbukanya akses yang demikian, pembelajar memungkinkan untuk mempelajari materi sesuai dengan kebutuhan pribadi masing-masing. Teknologi juga menyediakan materi belajar untuk pembelajar difabel atau memiliki kebutuhan khusus dalam proses belajar.
 
2. Lebih banyak informasi berbasis data
 
    Seperti halnya industri lainnya, teknologi dapat membantu lembaga pendidikan serta pendidik menjadi lebih efektif dan efisien. Adanya akses untuk menganalisa data tentang bagaimana buku digital dikonsumsi dapat menjadi acuan untuk memutuskan efektifitas pembelajaran yang telah diberikan.
 
    Di tingkat universitas, data tidak perlu lagi dimasukkan ke dalam lembar kerja Excel masing-masing departemen, tapi sudah terintegrasi tingkat institusi, sehingga informasi dapat dengan mudah dipantau. Dengan bantuan informasi berbasis data, guru dapat menentukan bantuan seperti apa yang dibutuhkan oleh siswa dan siapa siswa yang dinilai memerlukan bantuan spesifik.
 
3. Pendidikan yang lebih personal
 
    Arah pendidikan untuk menyampaikan materi agar lebih personal bukanlah satu hal yang baru. Teknologi membuatnya lebih mudah untuk dicapai. Pengembangan teknologi dapat membebaskan guru dari tugas-tugas administratif seperti penilaian dan pengujian agar lebih fokus pada mengembangkan hubungan dengan siswa secara individu. Guru dapat mengakses berbagai alat pembelajaran melalui teknologi untuk memberikan siswa pengalaman belajar yang berbeda di luar kurikulum yang telah ditetapkan.
 
4. Pendidikan yang lebih mendalam
 
    Sebuah pelajaran tentang kehidupan Mesir Kuno akan lebih mendalam apabila dipresentasikan lewat bantuan virtual - augmented reality. Bukan hanya gambaran-gambaran kehidupan silam, siswa juga bisa mendapatkan gambaran tentang kejadian-kejadian terkini yang berbahaya, seperti berjalan di antara kamp pengungsian Suriah.
 
    Teknologi kecerdasan buatan seperti Amazon Alexa dapat membantu siswa untuk mendefinisikan kata-kata yang sulit untuk dimengerti. Sementara itu, fitur chatbot dapat menjadi medium penyampaian materi kuliah dengan basis chat. Chatbot membuka peluang bagi siswa untuk memilih medium pembelajaran yang paling cocok untuk mereka, seperti yang ditawarkan oleh CourseQ. Pada akhirnya, jika chatbot dapat membuat proses belajar lebih menarik untuk siswa dan mengurangi beban kerja pada pendidik manusia, penggunaannya dalam pendidikan akan terus meningkat.
 
5. Makin banyak sekolah dengan bantuan sistem automasi
 
    Sudah banyak sekolah yang mengandalkan sistem penilaian online. Sistem ini terbilang fleksibel, interaktif, dan efisien baik dalam sistem pengelolaannya maupun penyampaiannya kepada pengguna. 
 
    Sistem automasi akan terus mengubah sekolah menjadi 'lebih cerdas'. Instalasi perangkat seperti alat pengenalan wajah untuk absensi menjadi salah satu contohnya. Ada juga autonomous data analysis yang akan membantu pengajar dalam menentukan materi tanpa perlu repot-repot untuk melakukan analisa secara personal. Karena saat siswa menggunakan teknologi online dalam proses belajar, mereka akan membuat jejak digital yang dapat jadikan bahan analisis untuk pengajar.
 
    Selain itu, automasi juga akan membantu mengendalikan biaya operasional lembaga. Beroperasinya pencahayaan bangunan atau mesin pendingin - pemanas ruangan dapat disesuaikan dengan kondisi dengan bantuan sistem teknologi yang terpasang d bangunan.


Qatros.com/Rudy Wijanarko) 

Beberapa orang punya pendapat pesimis dengan perkembangan EduTech (Teknologi Pendidikan). Mereka melihat bahwa EduTech (Teknologi Pendidikan) dapat membuat aktivitas pendidikan konvensional terancam dan membuat ketergantungan yang besar dengan teknologi sebagai elemen penggerak pendidikan. Akan tetapi, penjelasan dari Bernard Marr mematahkan pendapat tersebut bahwa pendidikan konvensional akan lebih efektif dan baik jika diperkuat oleh EduTech (Teknologi Pendidikan).
 
Jadi, bagaimana menurutmu soal manuver dari EduTech (Teknologi Pendidikan)? Apakah kamu menganggapnya sebagai sebuah ancaman atau peluang? Satu refleksi yang cukup menarik di Hari Pendidikan Nasional tahun ini.
Sign in to leave a comment
Hari Buruh di Masa Pandemi Corona (COVID-19) 2020
Hari buruh di tahun 2020 berlangsung berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena adanya Corona (COVID-19).