Hari Kebangkitan Nasional: Banyaknya Startup, Awal Kebangkitan Nasional Baru?
Gelombang munculnya banyak startup beberapa tahun terakhir sangat didorong oleh pemerintah yang cukup getol untuk 'memompa' sektor ekonomi kreatif.

(© Qatros.com/Rudy Wijanarko)


Hari Kebangkitan Nasional pertama digelar pada tahun 1948. Saat itu Istana Kepresidenan Indonesia sedang ditempatkan di Yogyakarta karena adanya permasalahan politik. Tepat pada tanggal 20 Mei di tahun tersebut, Presiden Soekarno menyampaikan sebuah pidato yang menjelaskan kondisi politik Indonesia yang sedang genting dan menceritakan kisah terkait eksistensi sebuah organisasi bernama Budi Utomo. 

Hari Kebangkitan Nasional sangat erat hubungannya dengan organisasi Budi Utomo, yang dikatakan sebagai pioneer dari kebangkitan Indonesia sebagai nation. Dr Soetomo merupakan tokoh yang menggagas lahirnya Budi Utomo sebagai organisasi yang berfokus pada ranah sosial, budaya dan ekonomi pada tahun 1908. Tercatat beberapa tokoh ternama sempat berjalan beriringan dengan Budi Utomo antara lain Ki Hadjar Dewantara, Dr Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker.

Nasionalisme tentu berkelindan erat dengan Hari Kebangkitan Nasional. Dan tidak dapat dipungkiri jika nasionalisme menjadi salah satu nafas utama bagaimana Indonesia sebagai negara bisa bertahan hingga saat ini. Nasionalisme itulah kemudian yang terus menerus diproduksi ulang oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Melompat ke kondisi masa kini, di skala nasional tepatnya beberapa tahun belakangan, banyak sekali startup buatan anak negeri yang lahir. Pemerintahan Presiden Joko Widodo memang sangat fokus untuk mendorong kemajuan sektor ekonomi kreatif yang dalam visi beliau dapat memberikan dampak positif untuk Indonesia.

Apakah ini merupakan usaha pemerintah untuk memunculkan momen kebangkitan nasional yang baru? Itu menjadi sebuah pertanyaan yang menarik untuk dijawab, karena banyak startup yang lahir dan berlomba-lomba untuk menyajikan gagasan mereka sebagai solusi untuk permasalahan masyarakat secara umum.

Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara menjadi salah satu bagian dari gelombang startup yang lahir beberapa tahun terakhir. Dengan diperkuat oleh profesional-profesional di bidang IT, Qatros ingin sekali berkontribusi untuk memberikan solusi atas permasalah teknologi dari skala instansi sampai individu.

Sebagai bagian dari Indonesia secara khusus, adanya elemen-elemen nasionalisme tidak dapat terbantahkan dalam badan Qatros Teknologi Nusantara. Salah satunya adalah adanya slogan ‘kualitas Indonesia’ yang digunakan untuk menjamin pelayanan yang diberikan oleh Qatros, baik dalam treatment produk digital sampai urusan upscaling human resource. Untuk setiap layanan yang diberikan, Qatros Teknologi Nusantara berkomitmen untuk profesional dan berupaya untuk memberikan kualitas terbaik.

Kita juga dapat memaknai Hari Kebangkitan Nasional untuk melihat bagaimana kekuatan dari kerja kolaborasi. Qatros percaya bahwa kolaborasi merupakan salah satu kunci untuk menyelesaikan permasalahan. Hal ini tentu sejalan dengan kerja kolaborasiyang dilakukan oleh para anggota Budi Utomo, yang mana dalam berserikat tentu tidak dapat dinafikan adanya kerja-kerja kolaborasi.

Berbicara tentang kolaborasi, Qatros Teknologi Nusantara tercatat pernah bekerjasama dengan MyShipGo, untuk aplikasi pasokan transportasi maritim terintegrasi yang mereka hendak bangun. Layanan yang diberikan Qatros Teknologi Nusantara untuk kolaborasi ini adalah layanan konsultasi untuk penanaman fitur-fitur seperti GPS Tracking Satellite Based, Warehouse Management System, Document System dan Booking Management System.

Startup lain yang pernah berkolaborasi dengan Qatros adalah Storaza. Menggunakan konsep AirBnB, Storaza merupakan pioneer dari penyedia jasa warehouse di Indonesia. Storaza mengajak Qatros untuk melakukan development dan maintenance pada aplikasi mereka. Kolaborasi ini membantu Storaza mengubah bagaimana cara mereka berinteraksi dengan pengguna dan data.

Di samping itu, Qatros Teknologi Nusantara juga sedang menyempurnakan sebuah platform kolaboratif bernama getdebug, untuk mempermudah bug reporting. Melalui getdebug, Qatros ingin memberikan ruang yang mumpuni dan sistematis pada para QA untuk memberikan laporan bug kepada software owner dan developer.

Qatros Teknologi Nusantara berharap dengan banyaknya kolaborasi antar pihak akan menciptakan produk-produk yang dapat mengatasi permasalahan masyarakat. Jadi, mari saling support untuk semua produk digital ataupun produk non digital bikinan anak negeri.


Sign in to leave a comment
Tips Kegiatan Ramadan 2o2o: Tetap #dirumahaja
Tips kegiatan Ramadan 2020 ini tetap mengedepankan jargon #dirumahaja. Maklum lagi 'Covad Covid', bosque~