Getdebug: Bug Report Makin Mudah dan Detail
Getdebug merupakan sebuah platform kolaborasi untuk menyampaikan bug report dengan efisien, efektif, dan mudah untuk digunakan.
Bug Report Quality Assurance

Getdebug: Bug Report Makin Mudah dan Detail

Getdebug merupakan sebuah platform kolaborasi untuk menyampaikan bug report dengan efisien, efektif, dan mudah untuk digunakan.

Getdebug: Bug Report Makin Mudah dan Detail

Untuk menjamin kualitas sebuah produk berbasis IT bagi user, kita tidak boleh meremehkan pentingnya testing. Di sisi lain, testing juga berperan untuk memperlancar proses development.

Yang kerap menjadi permasalahan adalah bagaimana laporan testing yang dilakukan oleh Quality Assurance tester bisa tersampaikan dengan rapi, padat akan informasi yang dibutuhkan, dan jelas. Kalau melakukan ini melalui proses manual pasti akan repot-repot sedap sih, kisanak.

Output penting dari testing adalah bug report. Bug report merupakan dokumentasi berisi informasi detail mengenai bug atau isu yang terdapat dalam sebuah produk. Bug report harus diupayakan untuk dikemas secara baik (rapi, padat dan jelas) agar dapat membantu developer menyelesaikan tersebut lebih cepat.

Para founder dari startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara (Lutvi Rosyady, Ibnu Fajar, cs) sempat berjibaku dengan permasalahan 'bagaimana mengirimkan bug report yang baik, namun tidak merepotkan untuk sisi QA'. Beberapa tahun setelah terjadinya momen-momen tersebut, proyek Getdebug diinisiasi.

Dalam proses pembangunan Getdebug, founder Qatros melibatkan tim berisikan sosok mudi-muda yang mempunyai passion tinggi di ranah teknologi. Yang menjadi asas utama dalam pembangungan platform ini adalah kolaborasi.

Getdebug dibangun agar ramah saat digunakan oleh Quality Assurance tester. Sistem penulisan bug report  dibuat dengan kaidah yang mengedepankan poin-poin: urut, rinci dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk penulisannya. Laporan akan mencakup step by step, result dan expected behaviour, screen shot dari proses testing, dan bug severity - priority.

Dengan penulisan bug report semacam ini, Getdebug akan menyampaikan hasil laporan yang mudah dimengerti untuk developer. Laporan tersebut akan memperkecil rasio Quality Assurance tester untuk menuliskan ulang bug report yang mereka temukan. Dengan demikian, developer bisa langsung menganalisa permasalahan dan mengeksekusinya dengan langkah yang tepat.

Pemilik produk sendiri akan diberikan keleluasaan untuk mengamati perkembangan dari proses testing - bug report yang dilakukan oleh tester. Begitu juga dengan laporan eksekusi yang dilakukan oleh developer terhadap bug report yang ada di dalam daftar, yang akan memudahkan proses supervisi yang dilakukan.

Getdebug menyediakan keleluasaan bagi para pemilik produk untuk mengundang keseluruhan tim (another owner, developer, QA)  ke dalam project yang sedang dikerjakan. Kolaborasi menjadi semangat utama yang diusung karena banyak masalah dapat dipecahkan bersama-sama.

Semangat kolaborasi inilah yang juga dihadirkan Qatros sebagai konsep utama Getdebug sebagai produk. Qatros berharap agar Getdebug dapat menjadi wadah kolaborasi bagi pemilik produk, developer, dan Quality Assurance tester dengan tujuan utama untuk menghasilkan sebuah produk yang berkualitas, tanpa cela saat digunakan oleh pengguna.

 

Sign in to leave a comment
Stereotype Usang Tentang 'Wong Ndeso'
Stereotype-ing pada ‘wong ndeso’ masih sering dilakukan. Kata 'ndeso' sendiri sering dikaitkan dengan kenaifan, keterbelakangan, ketidaksiapan, dan beberapa kesan negatif lainnya.