Cloud Computing (Komputasi Awan): Perbedaan Antara SaaS, PaaS, dan IaaS
Faktor ‘praktis’ membuat cloud computing (komputasi awan) menjadi layanan yang banyak digunakan oleh perusahaan atau startup di era ini.


Cloud computing (komputasi awan) menjadi teknologi yang membedakan era saat ini dengan era sebelum adanya internet. Melalui cloud computing, publik dapat menggunakan software, infrastruktur, maupun platform tanpa perlu melakukan instalasi khusus di personal computer masing-masing. Semua user yang tergabung pun akan terintegrasi pada satu sistem.


Kali ini, startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara akan membahas perihal cloud computing atau komputasi awan. Selain akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan cloud computing (komputasi awan), artikel ini juga akan membahas perbedaan dari SaaS, IaaS, dan PaaS. Jadi, simak artikel ini sampai habis!


Apa Itu Cloud Computing (Komputasi Awan)?

Cloud computing (komputasi awan) merupakan layanan komputasi yang disediakan sesuai dengan kebutuhan user. Cloud computing (komputasi awan) menyediakan layanan mulai dari aplikasi hingga infrastruktur komputer yang bekerja berbasis sambungan internet. Istilah cloud atau awan merupakan metafora yang digunakan sebagai menggambarkan kompleksnya infrastruktur internet.


Sebelum adanya cloud computing (komputasi awan), pengguna harus melakukan instalasi software, platform, atau menambahkan infrastruktur secara fisik (mengubah CPU, RAM, storage ataupun bandwidth). Dengan adanya cloud computing (komputasi awan), semuanya akan tersaji dalam bentuk virtual melalui bantuan internet.


Cloud computing (komputasi awan) menjadi opsi alternatif yang menguntungkan bagi pengguna daripada melakukan instalasi secara konvensional. Cloud computing (komputasi awan) merupakan layanan yang dapat digunakan untuk perusahaan, startup, organisasi, komunitas atau ekosistem-ekosistem yang punya keterikatan dalam sebuah aktivitas.


Bukan tanpa cela, cloud computing (komputasi awan) mempunyai satu kelemahan utama yakni ketergantungannya dengan koneksi internet. Hal ini tentu saja berbeda dengan komputasi konvensional (on-premises) yang masih dapat dioperasikan walau tanpa sambungan internet. Cuman, siapa sih hari gini yang nggak menggunakan internet?


SaaS, IaaS dan Paas

Dari berbagai layanan yang tersedia, cloud computing (komputasi awan) dapat dikelompokkan menjadi 3 model. Model-model tersebut antara lain adalah SaaS (Software as a Service), PaaS (Platform as a Service), dan IaaS (Infrastructure as a Service). Mari kita bahas satu persatu.


1. SaaS (Software as a Service)

SaaS (Software as a Service) merupakan cloud computing (komputasi awan) yang menyediakan layanan aplikasi. Mayoritas, aplikasi SaaS dijalankan melalui web browser. Jadi, para pengguna tidak perlu untuk mengunduh ataupun melakukan instalasi. SaaS memanfaatkan koneksi internet agar aplikasi dapat digunakan oleh user. Yang bertanggung jawab untuk mengelola aplikasi SaaS merupakan pihak ketiga (penyedia aplikasi).


Beberapa contoh SaaS (Software as a Service) antara lain adalah aplikasi E-mail: GMail; aplikasi office seperti Google Docs, bahkan aplikasi sosial media seperti: Facebook, Instagram, Twitter. Beberapa aplikasi dapat dapat digunakan secara gratis. Ada juga SaaS yang harus berlangganan terlebih dahulu untuk menggunakannya atau untuk keperluan menambahkan fitur atau keleluasaan bagi pengguna.


Cara Kerja SaaS (Software as a Service)

Untuk keperluan bisnis, SaaS akan mengeliminasi ketergantungan user pada staff IT untuk mengunduh atau melakukan instalasi aplikasi pada tiap-tiap komputer perusahaan. Vendor (penyedia aplikasi) adalah pihak yang melakukan pengelolaan ketika terjadi isu-isu teknis mencakup data, middleware, server, hingga storage.


2. PaaS (Platform as a Service)

PaaS (Platform as a Service) merupakan cloud computing (komputasi awan) yang menyediakan computing platform.  PaaS merupakan framework (kerangka kerja) untuk para developer untuk aplikasi. Elemen seperti server, storage dan network dikelola oleh penyedia layanan, sedangkan developer diberikan keleluasaan untuk melakukan maintenance aplikasi yang mereka buat.


Beberapa contoh PaaS (Platform as a Service) antara lain adalah Microsoft Azure, Google App Engine, Heroku, hingga OpenShift. PaaS (Platform as a Service) merupakan layanan komputasi yang dapat membantu untuk beberapa fase development antara lain pengembangan, pengujian, hingga pemasaran aplikasi.


Cara Kerja PaaS (Platform as a Service)

Cara penggunaan PaaS hampir mirip dengan SaaS. Yang menjadi perbedaan mendasarnya adalah PaaS merupakan wadah untuk pembuatan software/aplikasi. PaaS bekerja melalui web browser. Sebagai wadah, penyedia layanan memberikan keleluasaan bagi developer yang menggunakan layanannya untuk membangun software tanpa harus khawatir soal sistem operasi, upgrade versi software, storage, ataupun faktor infrastruktur lainnya.

Aplikasi ini biasa disebut dengan middleware. PaaS menyokong developer untuk mendesain atau membuat aplikasi dengan komponen-komponen software tertentu yang disediakan di PaaS. Aplikasi PaaS biasanya juga disebut sebagai middleware karena kapabilitas fiturnya dapat menggabungkan elemen-elemen dari sebuah aplikasi dengan sistem operasi.


3. IaaS (Infrastructure as a Service)

IaaS (Infrastructure as a Service) merupakan layanan yang menyediakan sumber daya komputasi yang dapat dieskalasi dan bekerja secara otomatis. Beberapa infrastruktur yang masuk dalam cakupan IaaS antara lain CPU, storage, RAM, hingga bandwidth. Dengan komponen-komponen 'virtual' yang disewa/atau dibeli, kisanak dapat membuat ‘komputer virtual'.


IaaS memberikan keleluasaan bagi penggunanya untuk mengakses dan memantau komputer, jaringan, storage, dan ‘infrastruktur virtual’ lain yang telah dibeli atau disewa. IaaS memungkinkan pengguna untuk membeli/menyewa sumber daya sesuai dengan keperluannya. Dengan IaaS, pengguna tidak perlu untuk melakukan pengadaan infrastruktur secara konvensional.


Beberapa provider IaaS populer antara lain DigitalOcean, Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, Cisco Metacloud, Linode, Rackspace dan Google Computer Engine. Beberapa nama provider IaaS lokal antara lain Telkom Cloud dan BizNetCloud.


Cara Kerja IaaS (Infrastructure as a Service)

IaaS menyediakan layanan infrastruktur cloud computing (komputasi awan), dari server, network, operating system, hingga storage. Semuanya akan tampil secara virtual. Untuk mengoperasikan atau pengecekan, IaaS ada yang menggunakan tampilan dashboard ataupun harus menggunakan API.


Pengguna akan mendapatkan kontrol penuh untuk infrastruktur yang telah mereka sewa/beli. IaaS memberikan teknologi dan kapabilitas yang sama seperti halnya infrastruktur tradisional. Keuntungannya, kita tidak perlu melakukan maintenance ataupun mengelolanya secara fisik.


Pengguna dapat mengakses server dan storage secara langsung. Akan tetapi, kelemahannya adalah semua data tersimpan dalam cloud dalam bentuk virtual.


Tidak seperti SaaS atau PaaS, pengguna IaaS dapat mengelola aspek-aspek seperti aplikasi, runtime, operating system, middleware dan data. Sayangnya, yang mengelola server, hard drive, network, virtualisasi, dan storage tetap dari pihak penyedia layanan (provider).

Kesimpulan

Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara, melihat bahwa setiap model dari cloud computing (komputasi awan) menawarkan fitur dan fungsi yang spesifik. Mana yang lebih cocok untuk kebutuhan Anda, tentu Anda yang bisa menentukan. Beberapa pihak bahkan sesumbar jika cloud computing (komputasi awan) akan menjadi basis dari teknologi di masa depan. 


Jangan lupa tinggalkan komentar dan bagikan artikel ini. Satu aksi kecil kisanak akan sangat membantu!


Latest Posts

Sign in to leave a comment
Mengenal Tokoh Teknologi: Alan Turing
Jangan samakan Turing yang satu ini dengan ‘turing’ sepeda, kisanak~