Cara Menjadi UX Writer Handal
UX Writer ini adalah sebuah profesi bagi orang yang membuat tulisan di sebuah aplikasi.

Cara Menjadi UX Writer Handal


Buat kisanak yang sering berselancar di LinkedIn, Tech In Asia, dan Lingkar Kerja untun mencari pekerjaan. Pasti kisanak udah sering melihat lowongan UX Writer. Belakangan ini profesi UX Writer emang lagi dicari banget nih. Apalagi sama startup-startup di Jogja.


Walaupun UX Writer ini bisa dibilang profesi yang baru, tapi UX Writer udah berhasil menjadi pekerjaan primadona para penulis loh. Apalagi buat penulis-penulis yang emang suka sama dunia teknologi, khususnya aplikasi.

Kisanak sendiri udah tau belum, apa itu UX Writer? Okey kalau kisanak belum tau, hari ini Qatros mau bahas tentang UX Writer nih. Bisa dibilang profesi UX Writer ini adalah sebuah profesi bagi orang yang membuat tulisan di sebuah aplikasi.

Sesuai namanya, UX Writer ini memiliki tujuan untuk mempermudah pengalaman user dalam menggunakan sebuah website atau aplikasi. Kisanak pasti udah sering lihat pop-up message ketika salah memasukkan password pada sebuah aplikasi? Itu salah satu bentuk dari UX Writing loh! Lantas tujuan UX Writing tuh apa sih?

Tujuan UX Writing

Sebagai seorang UX Writer, tujuan utama penulisan User Experience (UX) adalah untuk menghadirkan pengalaman positif bagi pengguna sebuah produk. Dalam hal ini, seorang UX Writer dituntut untuk membuat tulisan atau copy yang ringkas, jelas, dan konsisten.

Seorang UX Writer juga memiliki tugas penting untuk menghubungkan pengguna ke produk dan layanan yang ada di dalam sebuah aplikasi. Makanya untuk menjadi seorang UX Writer, kisanak dituntut untuk memiliki empati dan pikiran yang super duper kreatif. 

Cara untuk menjadi UX Writer handal

Kalau kisanak tertarik untuk menjadi UX Writer yang handal, kisanak haru banget menguasasi beberapa hard skill dan soft skill untuk menjadi UX Writer. Apa aja sih?

1. Hard skill yang wajib dimiliki UX Writer

  • Kemampuan menulis yang kreatif dan out of the box
    Bisa menggunakan berbagai macam tools, seperti Figma, Google Docs, Trello, dan prototyping tools.

  • Kemauan belajar yang tinggi

  • Mampu mengenali produk dan value dari sebuah brand untuk menerapkan branding tersebut ke dalam bentuk microcopy

2. Soft skill yang wajib dimiliki UX Writer

  • Kemauan untuk membaca banyak referensi

  • Memiliki rasa penasaran yang besar

  • Mampu bekerja sama dengan tim UI/UX Designer dan tim lainnya

  • Mampu mengidentifikasi manfaat produk

Semua skill yang udah Qatros sebutkan di atas ini wajib banget kisanak miliki kalau kisanak ingin menjadi seorang UX Writer. Karena UX Writing ini sangat berbeda dari pekerjaan menulis lainnya karena kisanak akan menulis langsung pada media perangkat lunak.

Dalam kata lain nih kisanak, menjadi seorang UX Writer itu tandanya kisanak harus bisa berbicara melalui sebuah tulisan yang ada di dalam perangkat lunak. Tujuannya adalah agar para user nggak bingung ketika ingin berselancar di dalam website atau ketika menggunakan sebuah aplikasi. Gimana nih, siapa di sini yang tertarik untuk mejadi UX Writer? Komen di bawah ya!

Latest Posts

Sign in to leave a comment
Bekerja dengan Metode Scrum
Kenapa sih kisanak, kita harus menggunakan metode scrum? Sebagai orang yang sudah bekerja, tentu aja metode scrum ini memiliki banyak kelebihan. Apa aja kah kelebihan metode scrum?