Bisakah Bukit Algoritma Jadi Seperti Silicon Valley?
Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita dari Pemerintah Republik Indonesia tentang rencana untuk membuat Silicon Valley versi Indonesia, yaitu Bukit Algoritma di daerah Sukabumi. Lantas apa tanggapan Qatros tentang ini?

Bisakah Bukit Algoritma Jadi Seperti Silicon Valley?

Odoo • Text and Image

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita dari Pemerintah Republik Indonesia tentang rencana untuk membuat Silicon Valley versi Indonesia, yaitu Bukit Algoritma di daerah Sukabumi. Rencana ini dianggap tidak tepat dan mendapat banyak kritik dari berbagai kalangan nih kisanak. Lantas, apa sih Silicon Valley dan kenapa Pemerintah Republik Indonesia mau membuat Silicon Valley lewat Bukit Algoritma?

Membahas tentang Silicon Valley sendiri, Silicon Valley memiliki dua pengertian yaitu secara geografis dan non-geografis. Menurut pengertian geografisnya, Silicon Valley merupakan sebuah daerah yang meliputi Santa Clara County, dari San Mateo. Sedangkan menurut pengertian non-geografisnya, Silicon Valley meliputi semua aktivitas bisnis yang berada di San Francisco Bay Area.

Sejarah Silicon Valley 

Pada awalnya Silicon Valley merupakan NASA Aerospace Researh atau tempat riset antariksa milik NASA yang bernama Airbase Sunnyvale di Santa Clara County. NASA Aerospace Research yang berdiri pada 1933 ini kemudian dijadikan sebagai markas militer angkatan udara Amerika Serikat dan berubah nama menjadi Moffet Federal Airfield yang kemudian menjadi markas balon udara milik US Navy.

Saat itu udah banyak perusahaan teknologi yang beroperasi di sana sebagai vendor dan supplier US Navy. Hingga pada 1947 NASA mengambil alih Moffet Federal Airfield untuk riset teknologi penerbangan. Vendor yang beroperasi di dalam MFA pun semakin bertambah, termasuk Lockheed Coorperation. Dan nama Silicon Valley pun mulai terkenal sejak IBM PC dijual secara massal pada tahun 1980.

Kemudian Frederick Terman mengusulkan untuk menyewakan tanah milik Stanford sebagai lahan perkantoran akibat terjadinya lonjakan pengangguran yang membutuhkan pekerjaan setelah perang dunia kedua. Tanah milik Stanford yang disewakan ini menjadi Stanford Industrial Park yang kemudian menjadi Stanford Research Park. Sampai Varian Associates menjadi perusahaan pertama yang menyewa tanah di sana.

Frederick Terman juga membuat Venture Capital untuk Startup Sipil di Silicon Valley. Seperti Hawlett-Packard (HP) yang sangat terkenal sebagai perusahaan pembuat printer inkjet terbesar saat itu. Hawlett Packard pindah ke Stanford Research Park yang ada di Silicon Valley pada 1953.

Hingga pada 2006, Wall Street Journal menulis bahwa 12 dari 20 kota paling inovatif berada di California dan 10 di antaranya berada di Silicon Valley. Saat itu San Jose memimpin Silicon Valley dengan 3867 hak paten yang telah diajukan pada tahun 2005 dan peringkat kedua diisi oleh Sunnyvale dengan 1881 hak paten. Silicon Valley juga menjadi rumah para startup unicorn yang berada di Amerika Serikat saat ini.

Bisakah Bukit Algoritma Jadi Seperti Silicon Valley?

Kalau kisanak telah membaca sejarah singkat Silicon Valley yang telah Qatros tulis di atas, di dalamnya terdapat banyak faktor yang menjadi alasan kuat kenapa Bukit Algoritma nggak akan pernah menjadi seperti Silicon Valley. Apa aja sih?

1. Tidak adanya keterlibatan industri pertahanan dan penerbangan pemerintah
Sampai saat ini dalam rencana pembangunan Bukit Algoritma, kita belum melihat adanya keterlibatan industri pertahanan dan penerbangan milik pemerintah. Kalau kita tengok lagi sejarah sebelum berdirinya Silicon Valley, terdapat keterlibatan praktisi teknologi yang berpengalaman di dunia militer dan antariksa.

2. Tidak adanya ekosistem dari lembaga riset universitas

Peran Stanford University sangat penting pada perkembangan industri-industri yang ada di Silicon Valley. Sedangkan pada rencana pembangunan Bukit Algoritma, kita belum menemukan adanya keterlibatan dari lembaga riset universitas di Indonesia. Apalagi saat ini, lembaga-lembaga riset universitas di Indonesia masih tertinggal jauh dari tetangga lain.

3. Tidak adanya struktur pasar yang efisien

Udah bukan rahasia lagi kalau Silicon Valley telah mendunia semenjak IBM PC mulai dijual massal pada tahun 1980. Berkat IBM yang dibuat pada 1924 dan mendukung perkembangan dalam pembuatan Personal Computer (PC), Silicon Valley memiliki struktur pasar yang super efisien. Sedangkan pada Bukit Algoritma, kita belum mendengar proyek seperti apa yang akan dijalankan di dalamnya.

4. Belum adanya pendanaan investasi dari investor kelas dunia

Pada perkembangan Silicon Valley, terdapat nama-nama besar seperti Kleiner Perkins VS yang melakukan pendanaan startup-startup yang ada di Silicon Valley lewat High Net Worth Individuals Community and Institutions. Namun saat ini kita juga belum mendapat informasi terkait investor yang bakal mendanai startup-startup yang ada di Bukit Algoritma nantinya.

Itu dia pembahasan Qatros Bukit Algoritma, gimana nih kisanak menurut kamu tentang Bukit Algoritma ini? Bisa nggak ya, Bukit Algoritma ini menjadi Silicon Valley versi Indonesia? Coba komen di bawah tanggapanmu yah!

Latest Posts

Sign in to leave a comment
Content Writing: Menulis dengan SEO
Kisanak udah tau belum  apa itu SEO dan kenapa SEO itu penting banget dalam content writing? Hari ini Qatros, startup Jogja paling gaul bakal memberi kisanak informasi seputar content writing dan SEO. Simak ya!