Awal Mula Hari Kebangkitan Teknologi Nasional dan Perkembangannya
Sebagai salah satu bagian dari komunitas teknologi di Indonesia, Qatros Teknologi Nusantara mengucapkan selamat Hakteknas!

Hakteknas atau Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tiap tahunnya diperingati pada tanggal 10 Agustus. Dijadikannya tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tidak lain karena inovasi yang dilakukan oleh B.J. Habibie dan tim dalam sebuah megaproyek saat itu yakni pembuatan pesawat pertama Indonesia yang diberi nama N-250 Gatotkaca.


Di artikel berikut ini, startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara, akan membahas tentang sejarah singkat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Akan dibahas pula refleksi dari perkembangan teknologi nasional beberapa tahun terakhir. Jadi, mari simak tulisan ini sampai habis, kisanak.


Asal Muasal Hari Kebangkitan Teknologi Nasional


Rencana pembuatan N-250 pertama didengungkan di event Indonesia Airshow, tahun 1986. Tiga tahun berselang, secara resmi PT IPTN (PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio) atau yang sekarang dikenal dengan nama Dirgantara Indonesia mengumumkan kepada jagad internasional tentang rencana development pesawat N-250 ini di event Paris Airshow 1989.


10 Agustus 1995 menjadi momen penting dari megaproyek ini. Prototipe pertama dari N-250 Gatotkaca dengan serial number PA-1 diterbangkan dan dikenalkan pada publik dengan muatan penuhnya yakni 50 penumpang. N-250 Gatotkaca pertama kali diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara. Penerbangan perdana tersebut berlangsung selama 55 menit.


Hari Kebangkitan Teknologi Nasional masuk dalam daftar momen penting di kalender nasional berdasarkan Keppres Nomor 71 Tahun 1995 yang ditetapkan dan diberlakukan mulai tanggal 6 Oktober 1995. Tanggal yang dipilih tidak lain adalah pengenalan sekaligus penerbangan perdana dari N-250 yang berlangsung pada tanggal 10 Agustus 1995.


Perkembangan Teknologi Nasional Hari Ini


Teknologi sangat berkelindan dengan aspek-aspek yang berhubungan dengan kebutuhan manusia. Selain merupakan pengembangan imajinasi kreatornya terkait hal-hal yang memudahkan hidup manusia, perkembangan teknologi biasanya didasarkan dengan kebutuhan atau kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat.

Tahun ini, dunia dikoyak oleh kehadiran satu pandemi yang disebabkan oleh virus diberi nama coronavirus atau COVID-19. Banyak pihak melakukan inovasi diantaranya serum penyembuh, obat-obatan pencegahan, atau hal-hal lain yang dibutuhkan untuk membantu menanggulangi dampak dari virus COVID-19.

Ada beberapa inovasi yang dilakukan oleh anak negeri untuk mengcover permasalahan akibat COVID-19. Tercatat 5 ventilator (alat bantu pernafasan) corona yang di-develop oleh anak negeri antara lain: Convent-20, Dharcov-23S, Vent-I Origin, BPPT3S-LEN dan GERLIP HNFC-01.

Beberapa tahun belakangan, pemerintah Indonesia gencar untuk mengejar ketertinggalan di ranah Big Data dan Artificial Intelligence. Di bawah Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, pemerintah berusaha bekerjasama dengan pihak-pihak swasta untuk pengembangan di ranah Big Data dan Artificial Intelligence.

Big data banyak sekali memainkan peran dalam aspek kehidupan. Penyimpanan data saat ini tidak lagi dilakukan secara konvensional. Arsip-arsip tentang kependudukan yang dulu tertulis pada kertas kini mengalami perubahan yakni disimpan dalam bentuk data digital. Contoh sederhana lain adalah konsumsi digital yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Pola konsumsi seperti ini akan menyimpan data yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk keperluan ekonomi ataupun keperluan-keperluan lain yang terkait.  

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa big data merupakan tulang punggung dari ekonomi digital yang terus berkembang hingga kini. Dengan memegang data-data yang tepat, pihak-pihak terkait dapat menggunakannya untuk pengembangan unit usaha yang memang sedang dibutuhkan berdasarkan data yang telah terkumpul.

Perkembangan penggunaan perangkat-perangkat kecerdasan buatan (AI) banyak diaplikasikan untuk kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, Surabaya yang kini telah meletakkan face recognition CCTV di beberapa persimpangan jalan. CCTV tersebut diintegrasikan dengan data kependudukan untuk keperluan pengamanan kota Surabaya.

Startup Jogja, Qatros Teknologi Nusantara sangat menyambut baik perkembangan teknologi yang begitu pesat ini. Tentunya kita perlu untuk terus menyesuaikan dengan perubahan yang ada serta terus mengembangkan diri agar perkembangan yang begitu disruptif ini tidak hanya menempatkan kita sebagai objek saja. Akhir kata, selamat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, kisanak!


Writer : Girindra P.C

Sign in to leave a comment
Perbedaan Bug, Defect, dan Error
Banyak orang yang salah kaprah dan terbalik-balik dalam penyebutan istilah Bug, Defect, dan Error ini.