Apa Itu KYC Verification? Segala yang Perlu Kamu Tau Tentang KYC Verification
Know Your Customer atau biasa dikenal sebagai KYC Verification adalah untuk melakukan proses identifikasi dari profil dan identitas nasabah atau calon nasabah yang akan melakukan transaksi

eKYC Verification, KYC Verification


Siapa disini yang udah baca salah satu artikel Qatros yang membahas tentang Liveness Detection? Dalam artikel Qatros yang berjudul "Mengenal Liveness Detection untuk Facial Recognition" itu, Qatros telah menjabarkan segala hal yang perlu kamu tau tentang Liveness Detection.

 
 


Nah kisanak, untuk melengkapi artikel Qatros mengenai Liveness Detection, Qatros kali ini akan kasih tau ke kalian semua tentang KYC Verification. Siapa disini yang udah tau tentang KYC Verification? Kalau belum simak yuk artikel Qatros kali ini tentang KYC Verification di bawah ini!

Apa Itu KYC Verification?

Know Your Customer atau biasa dikenal sebagai KYC Verification erat banget hubungannya sama dunia perbankan dan Financial Technology atau FinTech. Fungsi utama dari KYC Verification ini adalah untuk melakukan proses identifikasi dari profil dan identitas nasabah atau calon nasabah yang akan melakukan transaksi atau melakukan pinjaman di bank dan FinTech.

Seperti namanya, KYC atau Know Your Customer Verification juga erat hubungannya dengan Liveness Detection yang memiliki tugas untuk 'mengenali' atau mengetahui identitas seseorang seperti nama, alamat, tanggal lahir, dan masih banyak lagi. Nggak cuma itu aja KYC Verification juga berfungsi untuk mengetahui track record seseorang, seperti pekerjaan, aktivitas transaksi, hingga laporan keuangan seseorang.

Sama seperti Liveness Detection, KYC Verification juga berguna untuk melindungi seseorang dari tindak kejahatan seperti penipuan dan peretasan Termasuk pencurian data seseorang. 

Di Indonesia sendiri, kita menganut KYC Verification yang direkomendasikan langsung oleh The Financial Actioan Task Force (FATF) on Money Laundering yang diprakarsai Kelompok 7 Negara (G-7) pada konferensi tahun 1989 di Perancis.

Penerapan e-KYC Verification dalam Dunia Bisnis

Seiring berjalannya waktu, saat ini KYC Verification nggak cuma digunakan oleh dunia perbankan. KYC Verification berevolusi ke ranah digital dengan kemunculan e-KYC yang nggak jauh beda dengan KYC Verification fungsional. 

Baca juga: Mengenal Liveness Detection untuk Facial Recognition


Apalagi saat pandemi seperti, penggunaan e-KYC dianggap sebagai solusi yang tepat untuk menghindari kontak langsung dengan pelanggan. Selain itu, e-KYC Verification juga memiliki biaya yang lebih murah dan tingkat keamanan yang super bisa diandalkan karena e-KYC Verification  juga menerapkan prinsip dasar dari electronic identification standards and trust services (eIDAS).

Saat ini kita bisa melihat ada tiga macam bisnis yang perlu menggunakan e-KYC Verification dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Apa aja sih kira-kira?

1. e-KYC Verification untuk perusahaan perbankan

Seperti yang udah Qatros sebutkan di atas, e-KYC Verification ini diperlukan oleh perusahaan perbankan untuk mengidentifikasi calon nasabah dan meminimalisir risiko kejahatan. Karena saat ini perusahaan perbankan juga udah beralih menjadi bank digital yang nggak mengharuskan calon nasabah untuk datang ke bank untuk melakukan transaksi.

Dengan hadirnya e-KYC Verification ini, para calon nasabah akan memiliki pengalaman baru juga dalam bertransaksi atau membuka rekening baru di mana aja dan kapan aja tanpa harus datang langsung ke bank dan membawa banyak dokumen. Ditambah dengan e-KYC Verification para nasabah bisa melihat transaksi keuangan secara realtime.

2. e-KYC Verification untuk perusahaan asuransi

Masalah pada proses administrasi memang udah menjadi salah satu faktor utama yang menjadi alasan kenapa banyak calon nasabah yang enggan untuk mendaftar asuransi. Nah kisanak, e-KYC Verification ini bisa menjadi solusi bagi perusahaan asuransi dalam mengatasi masalah pada saat proses administrasi dalam melakukan proses otentifikasi dan verifikasi identitas nasabah secara digital.

3. e-KYC Verification untuk Startup FinTech

Saat ini di Indonesia udah banyak startup financial technology yang bermunculan. Start fintech ini pun ada banyak macamnya, seperi mobile payment, e-wallet, dan peer to per lending (P2P). Seperti dua perusahaan lainnya yang udah Qatros sebutkan di atas, startup fintech juga perlu e-KYC Verification untuk melakukan proses otentifikasi dan verifikasi.

Apalagi dengan startup fintech yang berbasis digital, mereka ini perlu e-KYC Verification untuk menjaring calon nasabah di luar daerah yang nggak bisa dijangkau dengan cara tatap muka. Dengan e-KYC Verification, perusahaan fintech bisa meminimalisir terjadinya pencucian uang ataupun pendanaan ilegal.

Gimana kisanak tanggapan kamu tentang e-KYC Verification yang baru aja dibahas oleh Qatros? Coba komen di bawah tanggapan kamu mengenai e-KYC Verification. Jangan lupa untuk share artikel ini ya dan kalau kamu penasaran untuk request demo, kisanak bisa klik di sini!   

Latest Posts

Sign in to leave a comment
Saatnya Buat Aplikasi Android Sesuai Kebutuhan
Kira-kira hal apa aja ya yang harus diperhatikan dalam membuat aplikasi android sesuai kebutuhan?